Tito : Agar Virus Ikut Mati Jenazah Pasien Covid-19 Paling Baik Dibakar

175

BISNIS BANDUNG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, secara teoritis, penanganan jenazah pasien Covid-19 paling baik dibakar agar virus penyebab Covid-19 yang ditularkan jenazah bisa ikut mati terbakar .

“Yang terbaik, mohon maaf saya Muslim , secara teori yang terbaik ya dibakar, karena virusnya akan mati juga,” ujar Tito dalam tayangan webinar Puspen Kemendagri, Kamis (23/7/2020).

Meskipun Tito menyadari jika penyataannya terkait penanganan jenazah tersebut bisa berpotensi menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Jika merujuk pada tata cara pemakaman keagamaan, lanjutnya,  jenazah Covid-19 harus dibungkus rapi dan rapat.

Bahkan, pembungkus jenazah tidak boleh ada celah sedikitpun agar virus tidak menyebar.

Kemudian, pemulasaran jenazah secara konvensional harus mengedepankan protokol kesehatan.

Cara tersebut bertujuan mencegah virus corona jadi penyebab Covid-19 akan keluar.

“Tidak boleh ada celah virusnya keluar, karena virusnya itu akan bertahan. Dan upayakan (jenazah) dimakamkan di kuburan yang tidak ada air mengalir, kering dan panas,” kata Tito.

Dengan begitu, virus corona bisa ikut hilang dan tidak membahayakan sekitarnya. Selain itu, virus corona juga bisa dibunuh dengan larutan alkohol di atas 70 %.

Ia juga menyebutkan, virus corona bisa mati pada suhu 50 derajat celcius.

Bahkan pancaran sinar ultraviolet seperti sinar matahari juga bisa membunuh corona.

Berdasar keterangan pemerintah ,penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam sehari pada Rabu (22/7/2020) menjadi yang tertinggi selama pandemi.

Tercatat ada 139 pasien meninggal dunia dalam 24 jam terakhir sejak Selasa (21/7/2020) hingga Rabu.

Penambahan tersebut membuat total jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 menjadi sebanyak 4.459 orang.

Jumlah kematian dalam sehari,  tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu. Sebelumnya, penambahan tertinggi pasien meninggal dunia akibat Covid-19 tercatat pada Minggu (19/7/2020).Saat itu, ada 127 pasien yang meninggal dalam sehari setelah terpapar Covid-19.

Dengan demikian, total pasien meninggal setelah dinyatakan terjangkit virus corona ada 4.459 orang.

Tata cara penguburan

Sementara itu tata cara menguburkan jenazah pasien virus corona covid 19 sudah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 dan edaran Direktoran Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Protokol menguburkan jenazah pasien covid 19 sedikit berbeda dari penguburan biasa. Dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19, terdapat poin bahwa pengurusan jenazah terpapar virus corona harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Terdapat empat tindakan pengurusan jenazah seorang muslim, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan dan menguburkan. Penekanan dilakukan untuk proses memandikan dan mengafani, karena ketika pasien COVID-19 meninggal, virus masih ada di tubuhnya dan dapat menular kepada orang berkontak dengan jenazah tersebut, dalam hal ini yang melakukan proses pengurusan.
Dalam prosedur menyalatkan dan menguburkan jenazah pasien corona, MUI menegaskan, dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar virus korona. Hal ini kemudian ditegaskan dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi COVID-19 tertanggal 27 Maret 2020 . Terkait pengurusan jenazah, yang layak diperhatikan adalah:

  • Pengurusan jenazah hanya boleh dilakukan oleh pihak dinas kesehatan secara resmi yang sudah ditunjuk, seperti rumah sakit tempat meninggalnya pasien.
  • Jenazah korban COVID-19 ditutup dengan kain kafan atau bahan yang terbuat dari plastik yang mampu menahan air, juga dapat pula ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.
  • Apabila jenazah sudah dikafani atau dalam kondisi terbungkus, petugas dilarang untuk membuka kembali. Langkah ini berisiko karena ada potensi penularan virus COVID-19 dari tubuh jenazah.
  • Kafan jenazah dapat dibuka kembali dalam keadaan mendesak seperti autopsi, hanya dapat dilakukan petugas.
  • Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam

Terkait penguburan jenazah pasien COVID-19, berdasarkan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini:

  • Proses penguburan jenazah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam syariah dan protokol medis
  • Jenazah yang sudah melalui proses sebelumnya sesuai aturan medis, kemudian langsung dimasukkan bersama dengan peti ke dalam liang kubur. Hal ini dilakukan tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan dari jenazah tersebut.
  • Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang lahat diperbolehkan karena sudah termasuk dalam ketentuan al-dlarurah al-syar’iyyah atau kondisi darurat.

Kemudian dalam protokol Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, terdapat keterangan tentang penguburan jenazah pasien COVID-19 :

  • Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter.
  • Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah. (B-003) ***