Tren Nasi Bumbu Instan Nasi Arab

23

SIAPA yang tak kenal nasi kebuli? Panganan khas Timur Tengah yang sudah melekat di masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ini dikenal memiliki aroma, rasa dan tampilan yang sangat menggugah selera bagi setiap orang yang menyantapnya.

Pangsa pasar dari usaha nasi kebuli ini boleh dibilang cukup besar di Indonesia. Tentunya ini menjadi prospek cemerlang sebagai usaha yang menguntungkan untuk para pemain di kategori bisnis kuliner. Peluang itulah yang kemudian dilirik Yulie sebagai cuan dengan membuka usaha bumbu kuliner nasi instan Arab dengan merk Khomsa.

Menurut Yulie, cikal bakalnya berawal dari keinginan untuk keluar kerja sebagai karyawan di  Bandung.

“Sebenarnya saya hanya ingin memudahkan orang untuk memasak masakan Arab sendiri di rumah. Dan kini nasi instan arab ini mulai jadi tren di kalangan pecinta kuliner, seain itu harga yang dijual diantara nasi instan lain, ini yang paling murah,” kata Yulie saat ditemui wartawan.

Yulie mulai membuka peluang kerjasama usahanya ini dengan konsep keagenan atau reseller. Hal ini bertujuan untuk menjawab semua kebutuhan masyarakat Indonesia yang ingin memasak nasi Arab sendiri di rumah.

“Sistemnya keagenan atau reseller. Kalau agen itu kan lewat jaringan dan itu sistemnya per wilayah. Saat ini agen kita sudah tersebar di Sumatera, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan lainnya,” jelasnya.

Saat ini Yulie memiliki  4 varian produk yakni Biryani, Mandhi, Kabsah dan Kebuli.  Menurutnya, produknya ini dipersiapkan dengan kemasan yang menarik dan mudah dibawa untuk oleh-oleh.

“Kalau omsetnya sih tergantung sebanyak mana reseller mereka ya,” jawabnya singkat.

Di tahun 2020, Yulie menargetkan dapat membuka outlet express sendiri. Sementara ini akan fokus pemasaran dulu di wilayah Jawa Barat dengan total 27 Kota/Kabupaten bagi  yang berminat menjadi reseller atau agen. (C-003)***