Tujuannya Sama Bagaimana Turunkan Angka Pengangguran

18

BISNIS BANDUNG – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi   Jawa-Barat, M.Ade Afriandi  merespons positif  apa yang  disampaikan Sekretaris Daerah  yang baru, Setiawan Wangsaatmaja  tentang pentingnya membuat data  daftar  tenaga kerja  yang akan menjadi list critical. Ini sekaligus merupakan kelemahan  internal, lantaran  tidak berusaha mencari informasi job yang dibutuhkan industri baik di dalam maupun luar negeri.

“Kita  sedang  mendorong  melalui Jabar Migran Service Center (JMSC), dimulai dengan mendata siapa yang ingin bekerja  pasca  lulus sekolah serta  yang ingin bekerja ke luar negeri. Dan job  apa saja yang dibutuhkan, sehingga  bila  dilingk kan  akan  matching,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan  dalam  kesempatan  acara “ Forum Nakertrans Jabar 2020” yang diikuti para Kepala Disnaketrstrans  Kab/Kota, pimpinan organisasi pengusaha dan pekerja  di Bandung, Selasa (25/2/2020).

Ade menyebut melalui forum  organiasi perangkat daerah (OPD)  ini pihaknya ingin membangun benang merah antara misi gubernur dengan misi bupati walikota di Jabar, karena tujuannya sama bagaimana menurunkan angka pengangguran di Jabar.

“Kita bangun persepsi yang sama, bahwa pengangguran di Jabar ditentukan oleh pengangguran di kabupaten/ kota. Kita bersinergi, tinggal mana yang jadi core bisnis provinsi, kabupaten dan kota. Nanti kita kemas dalam program bersama, untuk menurunkan angka pengangguran,” tuturnya.

Ia juga mengatakan tentang  pentingnya list tenaga kerja dan list pekerjaan-pekerjaan yang akan hilang di era industri 4.0 dan era disrupsi. Oleh sebab itu, dikembangkan prinsip ketenaga kerjaan.  Yaitu  ketenagakerjaan  yang  berdaya saing  tinggi dan yang kondusif dan harmonis antara dunia industri dengan dunia pekerja.

Itu semua, katanya  akan menghasilkan tenaga kerja yang  kompetitif. Adapun cara mengetahui,  antara lain dengan mengetahui job jabatan yang dibutuhkan di dunia industri, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Ade Afriandi juga mengatakan Dinas Nakertrans juga sudah membuka pemahaman kepada internal, tentang apa yang kurang dalam bekerja. Kekurangannya nanti akan dilengkapi ke dalam sebuah program yang tengah Disnakertrans upayakan, yaitu JMSC.

“Dari situ, kita akan tahu, berapa datanya. Kalau dari 1,2 juta lulusan SMK, berapa persen yang ingin kuliah, berapa persen yang ingin kerja,” terangnya.

Ia menambahkan, kalau lulusan SMK itu ingin bekerja, berapa persen yang berminat di dalam negeri, berapa persen yang  berpeluang  bekerja di luar negeri. Kalau di dalam negeri, apa job job pekerjaannya, begitupun halnya bila pilihannya, kerja ke luar negeri. (B-002)***