Ujang : Tangkap Ketum dan Sekjen Partai Koruptor Ketum Punya Akses Perintah Pada Kadernya Mencari Pundi Rupiah

10559

Masyarakat menanti keberingasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghajar para petinggi partai politik di tanah air. Demikian diungkapkan pengamat politik Ujang Komarudin terkait keberanian KPK yang  menangkap  Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo dan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara (JPB) atas dugaan korupsi. Kedua menteri ini berasal dari dua partai politik pemilik suara terbanyak pada Pilpres 2019 lalu, yakni PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

Ujang menyebut, KPK saat ini sedang melawan kritikan-kritikan terhadap lembaga antirasuah  yang dianggap semakin melemah dan tak mampu menangkap koruptor papan atas. KPK sudah menjawab keraguan masyarakat dengan mentersangkakan politisi Partai Gerindra  Edhy Prabowo dan politisi PDI Perjuangan  Juliari P Batubara.

“Kerja yang harus kita apresiasi. Ini baru New KPK karena  berani menangkap dan membabat menteri yang korupsi. KPK saat ini banyak dikritik publik karena dianggap tak akan mampu dan tak bisa menangkap koruptor papan atas. Namun, kritik tersebut dijawab KPK dengan menangkap dua menteri dalam waktu berdekatan. Bravo KPK,” ujar Ujang , baru-baru ini menyikapi kinerja KPK.

Saat in , Ujang dan masyarakat Indonesia tengah menanti keberanian KPK untuk menangkap para petinggi partai politik, anggota DPR, dan Ketua Lembaga negara yang diduga turut melakukan tindak pidana korupsi.

“Kita tunggu KPK untuk bisa menangkap Ketum, Sekjen partai,Wakil Ketua, anggota DPR, dan Ketua Lembaga-lembaga negara yang korupsi. Pejabat-pejabat  di bawah pimpinan KPK lama mampu ditangkapi karena mereka korupsi,” ungkap Ujang.

“Nah di bawah pimpinan KPK yang baru, kita tunggu kiprah berikutnya untuk bisa mereka menangkap koruptor-koruptor kelas berat dan kakap,” Ujang menambahkan.

 KPK sebelum di bawah kendali Firli Bahuri pernah menangkap lima petinggi partai politik. Ujang berharap, komisi anti korupsi ini bisa melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Baca Juga :   Pilkada Serentak, BI Tingkatkan Sosialisasi Cikur

“Pimpinan KPK yang lama, faktanya banyak Ketum Partai yang dicokok KPK. Jadi jika KPK saat ini ingin kerjanya lebih baik dari KPK lama, maka yang ditangkap juga harus koruptor kelas berat. Salah satunya Ketum Partai yang korupsi. Ketum partai itu biasanya yang punya akses dan perintah pada kadernya untuk cari pundi-pundi rupiah .Korupsi itu musuh bangsa, musuh rakyat dan musuh kita semua. Jadilah teladan dan negarawan yang baik dengan cara tidak korupsi,” ungkap Ujang. (B-003) ***