UMKM Jabar Seriusi Celah dalam Industri Kreatif

15

CELAH-celah dalam industri kreatif bakal dioptimalkan UMKM Jabar. Mereka pun mulai ikut ambil bagian untuk mendorong terciptanya ekosistem di industri kreatif seperti pengembangan animasi.

Di antaranya mereka mendukung kehadiran film animasi karya anak bangsa, “Riki Rhino” yang dirilis pada akhir Februari 2020. Terlebih, sebagian besar proses pembuatannya yang berlangsung 4,5 tahun itu dihabiskan di Jabar.

Bahkan Gubernur Ridwan Kamil ikut ambil bagian dengan menjadi pengisi suara sebuah karakter di film tersebut yang juga menampilkan suara Hamish Daud, Ge Pamungkas, Niken Anjani, hingga Dimas Danang itu.

“Karena turunannya dari film animasi seperti disebutkan itu kan panjang, peluang ini bisa ditangkap UMKM minimal bikin boneka,” kata Sekretaris Dinas Koperasi & Usaha Kecil Jabar, Suhra pada dialog Jabar Punya Informasi (Japri) di Bandung, Kamis (20/2).

Dia optimis dengan peluang tersebut bisa jadi pendorong untuk menciptakan UMKM baru yang ditargetkan bisa menyentuh lebih dari 3.000 pelaku usaha. Sebelumnya, mereka mengembangkan 2.500 UMKM. Fokusnya tak hanya memproduksi barang tapi juga jasa.

Kabid Industri Pariwisata Disparbud Prov Jabar, Azis Zulficar menambahkan untuk pengembangan industri kreatif itu, pihaknya bakal menyelesaikan 6 gedung creative hub yang tersebar di Bogor, Purwakarta, Cirebon, Subang, Bekasi, dan Tasikmalaya.

Keberadaan pusat-pusat kreativitas itu diharapkan bisa memunculkan talenta-talenta di sektor ekonomi kreatif termasuk animasi yang bakal diseriusi untuk dikembangkan lebih intens.

“Nantinya, pusat kreatif itu akan kita dorong juga untuk pengembangan animasi, kita dorong munculnya animator-animator setempat. Kita coba dengan arahkan mereka untuk mengangkat konten lokal,” tandasnya.

Dengan bermunculannya animator-animator lokal, pihaknya berharap dapat memicu produk-produk animasi termasuk film yang bisa diikuti dengan sokongan produk-produk UMKM sebagai sebuah sinergi yang saling menguntungkan.

“UMKM nya bisa naik kelas, di antaranya bisa mengedepankan nilai-nilai kekhasannya karena kalau sudah unik itu sudah masuk barang dalam kategori ekonomi kreatif,” jelasnya. (C-003/BBS)***