Utang Luar Negeri Urutan ke-6 Terbanyak di Dunia

317
Apa lagi yang Wanita Cari?

    DALAM daftar sepuluh negara berutang terbesar di dunia, Indonesia menempati ututan ke enam. Apabila pada daftar itu disertakan Chinja, Indonesia menempati urutan ke tujuh. Urutan pertama ditempati China. Sampai akhir tahun 2020 utang luar negeri (ULN) China mencapai 2,1 triliun US dolar. Sembilan negara di bawahnya, tidak ada yang beruiang  sampai 1 triliun dolar Amerika. Beasil menempati urutan kedua setelah China, artinyua menempati urutan pertama apabila China dihapus dari 10 negara berkembang.

     Menurut catatan Bank Dunia, yang dilansir KOMPAS, hingga Oktober  2020 ULN Indonesia mencapai  USD 402,08 M,  setara Rp 5.877 triliun. Dalam jangka waktu sangat singkat, ULN Indonesia bertambah  menjadi 413,4 miliar USD atau Rp 6.078triliun. Memamg benar, ULN Indonesia masih berada di bawah jumlah ULN negara lain seperti Brasil, Rusia, Meksiko, dan lain-lain. Apalagi dibanding China. Namun demikian, pemerintah hendaknya secara terbuka, menerangkan manajemen ULN tersebut.

     Secara umum, masyarakat memaklumi, ULN Indonesia terus bertambah, akibat pertumbuhan ekonomi yang terus merosot. Hal itu terjadi bukan hanya di Indonesia. Hampir semua negara mengalami defisit anggaran bahkan minus. Mewabahnya corona yang belum teratasi, semua rencana pembangunan dan pertumbuhan ekonomi benar-benar terkontraksi. Belanja pemerintah terkuras oleh kepentingan kesehatan dan konsumsi masyarakat. Belum lagi pengheluaran yang tidak terencana sebelumnya. Musibah yang terjadi di mana-mana, menimbulkan korban nyawa dan meningkatnya pengeluaran dana pemerintah. Bantuan Langsung Tunai (BLT), peningfkatan anggaran kesehatan, terus meningkat dan sulit terbendung selama Covid-19 semakin mengganas.

      Lalu, dari mana pemerintah mendapat uang untuk mencicil ULN? Sampai kapan dana pemerintah tidak habis hanya akibat melonjaknya pandemi Covid-19? Pertanyaan itu terus  menjadi gumaman masyarakat. Menurut berita melalui medsos, pemerintah mampu membayar cicilan utang jatuh tempo. Disebutkan, Indonesia memiliki potensi sangat besar dalam tatanan industri masa depan. Masuknya investasi raksasa mulai berjalan dengan dibangunnya pabrik batrey berskala besar. Masuknya investasi untuk industri pengolahan merupakan titik terang di tengah kegelapan indudtri dunia.

      Masyarakat berharap, rencana pemerintah akan sama dengan keinginan masyarakat. Pertumbuhan industri kendaraan listrik diprediksi akan menjadi pengungkit kuat pertumbuhan ekonomi. Perubahan Industri mobil dari konvensional ke elektrik, dapat menguntungkan Indonesia. Komponen utama mobil masa depan itu dihasilkan Indonesia.

      Semuanya akan terrcapai apabila pemerintah mampu melakukan perubahan mental masyarakat, abdi negara, dan pengusaha,  dari mental koruptif ke mental nonkoruptif berbasis keimanan. ***