Vaksinasi dan Pertumbuhan Ekonomi

63
Apa lagi yang Wanita Cari?

     VAKSINASI merupakan game of charger bagi pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia dan Provinsi Jawa Barat. Hal itu tertera pada Laporan Perekonomian  Provinsi Jawa Barat yang disampaikan Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Jawa Barat.  ”Efektivitas vaksinasi secara global dan nasional menjadi prasyarat dalam proses akselerasi ekonomi,” lanjutnya.

     Meskipun vaksinasi masih berjalan dan belum mencapai sasaran semua warga Jabar, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diprediksi akam lebih baik dibanding triwulan  I 2021.  Optimisme itu tumbuh didorong dengan  intensivikasi dan ekstensivikasi vaksin . Seperti yang terjadi pada triwulan akhir 2020, terhjadi perbaikan ekonomi dengan adanya momentum Ramadan dan Idulfitri,  Pada akhir tahun 2020 terjadi pula  lonjakan pasar karena momentum Natal dan Tahun Baru.

     Momentum tradisional atau musiman itu berdampak positif pada petumbuhan ekonomi. Angka  kontraksi mengecil dari minus 4,01% menjadi munis 2,39%. Diprediksi pada triwulan II 2021 ini angka itu akan mengecil lagi bahkan diharapkan pada triwulan berikutnya, minus itu berubah menjadi positif. Optimisme  itu dapat terwujud apabila hambatan-hambatan yang terjadi sekarang ini dapat segera dihilangkan, setidaknya dikurangi.  Secara global hambatan itu terus menurun sejalan dengan makin melandainya angka pandemi Copvid-19 di berbagai negara. Diharapkan juga pemerinrah dapat segera menciptakan kondisivitas politik dan keamanan dalam negeri.

     Ketetapan pemerintah yang membatasi mobilitas penduduk akibat masih berjangkitnya  Covid-19, antara lain, dihapusnya masa cuti bersama. Ketetapan yang paling mengejutkan, pelarangan mudik. Masa cuti bersama dan mudik merupakan  dambaan semua orang. Kedua-duanya berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Cuti bersama berkaitan erat dengan mudik. Karena adanya cuti bersama, masyarakat dapat lebih leluasa mudik dan berwisata. Secara empiris, cuti bersama dan mudik merupakan penggerak ekonomi. Perputaran uang melebar sampai ke perdesaan. Pasar, baik di kota maupun di desa marak meskipun  bersifat musiman.

     Selain perekonomian domestik meningkat, cuti bersama dan Ramadan  serta Idulfitri dapat mendongkrak dunia kepatiwisataan. Industri pariwisata yang digadang-gadang mampu menningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan dibatasinya masa cuti bersama dan dilarangnya mudik, pasti terkendala. Namun keputusan itu harus diambil karena penyebaran  Covid-19 masih terjadi dan cenderung meningkat. Konsekuensinya, akselerasi petumbuhan ekonomi pada tahun ini terkendala.

     Laporan Perekonomian Jawa Barat 2021 masih mengisyaratkan pertumbuihan ekopnomi akan berlanjut. “Dari sisi domestik, perbaikan konsumsi rumah tangga pada triwulan akhir 2020 didorong momentum Hari Natal dan Tahun Baru.,” tulis laporan itu.  Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) berpengaruh positif terhadap permintaan domestik. Dua momentum HBKN Naral dan Tahun Baru beriringan dengan Ramadan dan Idulfitri yang terrkendala merupakan hambatan pwertumbuhan ekopnomi.    Covid-19 merupakan faktor terberat yang menekan pertumbuihan ekonomi.   Diharapkan tahun ini penyebarannya lebih melandai..

     Masih menurut laporan Pembangunan Perekonomian Jawa Barat, dari sisi  lapangan usaha, beberapa sektor menunjukkan perbaikan seperti yang terjadi pada triwulan IV 2020.  Perbaikan itu terjadi pada industri pengolahan, pertanian, penyediaan akomodasi, termasuk informasi dan komunikasi. Pada sisi lain, angka kemisklinan di Jabar, meningkat cukup besar. Berkaitan dengan itu, angka pengguran juga meningkat tajam. Peningkatan itu terjadi karena banyak sekali terjadi PHK, pengurangan jam kerja, dan pengurangan jumlah tenaga kerja dengan cara merumahkan sebagain besar  buruih.

     Kalau kita mengamati perkembangan perdagangan dan tenaga kerja di berbagai kota besar di Jabar, terjadi pergeseran tenaga kerja dari  sektor formal ke  sektor informal. Pedagang kaki lima, pedagang keliling, penjual jasa, dan sebagainya makin banyak. Begitu pula warung-warung usaha kecil sepertki warung gorengan, minuman, makanan sederhana, tampak terus berkembang.

      Sektor infiormal itu sedikitnya dapat dijadikan katup pengaman bagi obstetri pengangguran. Namun sektor ionformal itu selalu berbenturan dengan peraturan kebersihan dan keindahan kota. Para pedagang dan pelaku usha kecil yang dijalankan kaum muda, mencari cara paling aman dari kejaran para petugas. Mereka memilih pasar daring. Jual beli on line  menjad salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi Jabar.

      Kita berharap, perekonomian Jawa Barat tahun ini semakin  positif dan pandmi corona segera berakhir. ***