Varian Baru Dijawabarat Kopi Khas Beraroma Jeruk

12

Bagi penikmat kopi, mungkin belum begitu mengenal kopi yang satu ini. Kopi yang ditanam di dataran tinggi di Kabupaten Cianjur, mempunyai aroma khas yang menjadi salah satu primadona para penikmat kopi. Selain itru, kopi  beraroma khas ini, diklaim merupakan varian  baru di Jawa Barat.

Seperti inilah kegiatan seharihari para petani yang didominasi kaum ibu. Dengan teliti memetik  satu persatu biji kopi yang akan segera diolah, di lahan seluas dua ratus lima puluh hektar, di Kampung Sintok, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Kopi tersebut digadanggadang merupakan salah satu kopi varian baru dengan aroma khas jeruk. Buah kopi jenis arabika berwarna merah yang telah dipetik ini, selanjutnya dibuang kulitnya lalu biji kopi dijemur hingga kering. Pada proses penggilingan, terbagi menjadi empat tahap dengan menggunakan mesin penggiling, sampai menjadi bubuk kopi beraroma jeruk yang benarbenar tercium khas jeruknya.

Jenis kopi arabika dengan aroma jeruk ini tumbuh diperbukitan di ketinggian seribu lima puluh MDPL. Kopi ini mulai dikenal baru baru ini dan diminati berbagai kalangan. Untuk saat ini  kopi aroma jeruk khas Cianjur, diminati para pemilik kedai kopi dan cafe di wilayah Cianjur, maupun luar kota. Awalnya gagasan menanam kopi aroma jeruk, dimulai dari pelatihan menanam kopi di luar kota pada tahun 2012. Dengan berbekal ilmu pelatihan, tahun 2013, Kepala Desa Sukadana mengajak para petani, menanam bibit kopi yang dibeli dari Medan, dengan pola tanam tumpang sari dengan tanaman jeruk pringon dari Garut, sehingga hasilnya kopi jenis arabika ini memiliki aroma jeruk. Selain itu pupuk yang digunakan untuk tanaman kopi dan jeruk, adalah pupuk organik, agar hasil kopi beraroma jeruk menjadi lebih menyatu.

Menurut Karmawan, pembuat kopi aroma jeruk, awalnya dirinya mengolah kopi secara manual. Hingga akhirnya tahun 2019 mendapatkan bantuan perlengkapan mengolah kopi dari Kementerian Desa. Dengan perlengkapan satu set mesin kopi, pengolahan kopi di tempatnya lebih teratur  jauh lebih baik dari hasil  sebelumnya. Hingga saat ini kopi beraroma khas ini pun belum banyak dipasarkan karena masih dalam tahap pengembangan.

 

Heri Setiawan, Bandung TV.