Virus Corona Berdampak Pada Harga Rempah-Rempah

13

Rempah mengalami kenaikan. Komoditas yang mengalami kenaikan harga tersebut, yakni jenis rempah-rempah seperti jahe merah, kunyit dan temu lawak. Komoditas tersebut, diyakini bisa menangkal penyebaran virus corona.

Harga jahe merah kunyit dan temu lawak dalam beberapa hari ini mengalami kenaikan. Bahkan harga jahe merah menenbus hingga enam puluh ribu rupiah per kilogram. Kondisi tersebut, hampir terjadi di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bandung, salah satunya pasar tradisional Baleendah. Menurut Jajang Mulyadi, kunyit temulawak dan jahe merah mengalami kenaikan, bahkan kenaikannya ada yang mencapai seratus persen. Kunyit yang awalnya dua belas ribu rupiah per kilogramnya, menjadi dua puluh satu ribu rupiah per kilogramnya, sementara temu lawak semula lima ribu rupiah menjadi dua puluh satu ribu rupiah per kilogramnya, dan jahe merah dari awalnya lima ribu rupiah,saat ini mencapai enam puluh ribu rupiah per kilogramnya.

Hal serupa dirasakan rawan, mengaku cukup sulit mencari jahe. Rawan yang seorang pedagang sekoteng mengaku, karena harganya cukup mahal, untuk menaikkan harga dagangnya, sulit. Terlebih tiap hari, ia ratarata harus belanja jahe sedikitnya dua kilogram, sebagai bahan baku sekoteng.

Kenaikan tersebut terjadi karena permintaan ketiga jenis rempah-rempah tersebut meningkat, sementara stok tetap. Peningkatan permintaan terjadi pasca diumumkannya Corona masuk Indonesia. Warga meyakini rimpang-rimpangan tersebut, dapat menangkal penyebaran corona sehingga berbondong-bondong membeli komoditas tersebut.

Rezytia Prasaja, Bandung Tv.