Walau Negatif, Mengcovidkan Pasien Meninggal Dunia Agar Menerima Anggaran Pemerintah

27

BISNIS BANDUNG – Kementerian Kesehatan meyakini tidak ada rumah sakit yang sengaja mendiagnosis pasien meninggal dunia akibat Covid-19 demi menerima anggaran dari pemerintah .

“Kepercayaan penuhnya kepada dokter dan tenaga medis yang ada di rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19. Kemenkes membantah sinyalemen adanya oknum-oknum tenaga kesehatan yang sengaja ”meng-covid-kan” pasien yang meninggal dunia,” ujar Menkes Terawan Agus Putranto.

Terawan Agus Putranto mengaku tidak percaya informasi bahwa ada rumah sakit yang sengaja mendiagnosis pasien meninggal dunia akibat Covid-19, agar mendapatkan anggaran dari pemerintah.Pihak rumah sakit  memiliki hati nurani dalam mendiagnosis pasien.

Hal tersebut disampaikan Terawan secara virtual, Selasa (20/10/2020) dalam diskusi ‘HUT 56 Partai Golkar’.

Dikatrakan Terawan , menyatakan pasien meninggal dunia adalah hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh dokter.Oleh karenanya, ia meyakini tidak ada rumah sakit yang sengaja mendiagnosis pasien meninggal dunia akibat Covid-19 agar menerima anggaran dari pemerintah.

Dugaan tersebut  muncul dalam perbincangan antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Isu soal adanya rumah sakit nakal yang “meng-Covid-kan” pasien yang dilakukan rumah sakit rujukan agar mendapatkan anggaran dari pemerintah.Mencuatnya hal tersebut berawal isu orang sakit biasa atau mengalami kecelakaan, tetapi disebut meninggal akibat Covid-19 oleh rumah sakit. Meskipun hasil pemeriksaan kesehatannya dinyatakan negatif Covid-19.

“Ini perlu diluruskan agar jangan sampai hal ini menguntungkan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi itu,”tutur Menkes.

Ganjar  mengakau  merebaknya isu tersebut. Menurutnya, hal serupa juga sudah pernah terjadi di Jawa Tengah.

“Ada orang diperkirakan Covid-19 terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar. Setelah hasilnya keluar, ternyata negatif. Ini  contoh-contoh serupa itu agar kita memperbaiki ,” ungkap Ganjar. (B-003) ***