Warga Tolak Pembangunan Rumah Deret Tamansari

300

Proyek pembangunan rumah deret di kawasan Tamansari terus mendapat penolakan warga. Kali ini, warga yang terdampak relokasi meminta rumah deret yang dibangun Pemkot Bandung menjadi hak milik mereka. Tidak hanya itu, mereka juga menolak undangan walikota bandung untuk mediasi, dan meminta Ridwan Kamil datang ke lokasi.

Rencana pemerintah kota bandung mebangun rumah deret di RW 11 kelurahan Tamansari kecamatan Bandung Wetan, terus menuai protes warga. Sedikitnya ada sembilan puluh bangunan dengan setidaknya 197 kepala keluarga  yang terdampak proyek penataan kawasan kumuh tersebut.

Sebelumnya, warga meminta dibebaskan dari biaya sewa rumah deret. kali ini, warga meminta rumah deret tersebut bisa dijadikan hak milik. Pasalnya, mereka sudah menempati kawasan tersebut selama puluhan tahun, terhitung sejak tahun 1960.

Menurut warga, pembangunan rumah deret yang digadang-gadang sebagai program penataan pemukiman tanpa penggusuran, hanyalah bualan pemkot Bandung. Apalagi mereka akan dibebankan biaya sewa, warga menilai, Pemkot Bandung sudah merampas hak mereka. Tidak hanya itu, warga juga menolak undangan Walikota Bandung untuk mediasi, dan meminta Ridwan Kamil datang ke lokasi.

Sementara itu, walikota Bandung, Ridwan Kamil menduga, ada provokator di balik aksi warga Tamansari, yang menghalangi proyek pembangunan rumah deret. Pasalnya, dari total 90 bangunan warga yang terdampak, 25 diantaranya setuju direlokasi.

Sebelumnya puluhan warga Tamansari RW 11 bersama sejumlah elemen pembela warga, beberapa kali berunjuk rasa ke balaikota. Mereka meminta Walikota Bandung Ridwan Kamil memabatalkan proyek pembangunan rumah deret tamansari. Warga juga mengaku sempat diintimidasi sekelompok orang untuk segera meninggalkan kawasan tersebut.

yuwana kurniawan, bandung tv.