Waspada Badai Ferdinand

185

Keberadaan badai tropis “Ferdinand” mulai terdeteksi pada tanggal 24 Februari yang lalu di Samudera Hindia selatan NTB, serta sirkulasi angin di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Banten, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Belokan angin juga terpantau terbentuk di sekitar wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan (25 Februari – 2 Maret 2020,akan terjadi hujan lebat di beberapa daerah terdampak.

Mulyono R. Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengatakan labilitas udara cukup kuat di beberapa wilayah.Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal terutama di Pesisir Barat Sumatera, Aceh, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua – ujar Mulyono, melalui keterangan tertulis, Selasa (25/2/2020). “Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” jelas Mulyono.

Daerah Jawa Barat diperkirakan akan terdampak fenomena ini,oleh karena itu pemprov Jabar harus benar benar mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan akibat anomali cuaca ini.Penanganan banjir yang melanda Kab Bekasi,Kota Bekasi,Subang serta Karawang kemarin menimbulkan kekecewaan beberapa pihak termasuk elit elit partai politik seperti di kutip dari cuitan Ferdinand Hutahaean.

Serta Cuitan Waketum partai Gerindra Fadli Zon :

Hari ini Gubernur meninjau salah satu lokasi terdampak banjir di wilayah kecamatan Pamanukan Subang, dalam kunjungannya tersebut menghimbau kepada Bupati dan Walikota Se Jabar agar waspada dan melakukan tindakan preventif. (E-001)***