Waspada Virus Corona Meski Belum Banyak Turis Cina ke Jabar

10

BISNIS BANDUNG – Jumlah turis asal Cina  yang datang ke Jawa Barat relatif  belum terlalu banyak. BPS Jabar mencatat turis asal Cina pada November 2019 sekitar 147.000 orang.

“Berbeda dengan daerah lain yang sudah membuka penerbangan langsung. Seperti Bali, Manado, Gorontalo, dan Padang yang baru mulai hari ini. Kalau ke Bandung belum ada penerbangan langsung, tetapi mereka transit dulu di Singapura dan Kuala Lumpur,” tutur Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Barat, Rudijanto Ardiansyah kepada wartawan, Minggu (26/1/20).

Kendati begitu, ia meminta  pemerintah mengambil langkah tepat dan cepat, terkait wabah virus Corona. Apalagi, turis asal China masuk ke Indonesia jumlahnya cukup banyak, mencapai 1,9 juta.

Keputusan pemerintah terkait turis asal Cina untuk mencegah penyebaran virus Corona, jika tidak ditangani dengan benar, dampaknya akan besar karena kunjungan turis salah satu penyumbang devisa.

Baca juga: Virus Corona Menyebar ke Sejumlah Negara

“Pasti akan dilematis. Satu sisi kita sedang mengejar wisatawan Cina, karena kita tahu potensinya sangat besar. Kalau ditolak bagaimana, kalau kita buka terlalu lebar, juga khawatir atas situasinya,” ucapnya.

Munculnya virus corona akan berdampak pada industri pariwisata. Walaupun, saat ini pengusaha travel belum merasakan imbasnya. Dan  hingga kini belum ada laporan terkait pembatalan kunjungan, terutama ke Jawa Barat.

“Kalau sampai membatalkan belum, tapi kalau kasus kecil ada. Tapi bukan karena virus Corona. Tetapi, Bali kan sudah memproteksi semua penerbangan dari Cina, ini pasti akan berdampak juga ke Jabar,” bebernya.

Dia melanjutkan, beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah misalnya melakukan proteksi kasus per kasus. Yaitu memaksimalkan peran KJRI di Cina.

“KJRI di Cina harus lebih berperan. Terutama sebelum wisatawan tiongkok terbang ke Indonesia. Juga ketika akan masuk ke Indonesia juga diatur lagi. Jadi setidaknya dua kali. Dan jangan segan segan, kalau menang terindikasi, harus langsung ditangani,” ujarnya.(B-002)***