WEBINAR MARKETING TOURISM  BERPERAN DIMASA COVID-19 BY IMA Bandung

14

Fenomena virus Covid-19 telah menjadi bencana non alam yang muncul pada awal tahun 2020. Berbagai cara terus dilakukan dalam mengatasi penyebaran virus covid-19, namun disisi lain dampak dari virus Covid 19 juga menimbulkan masalah baru, salah satu factor yang terdampak adalah sektor pariwisata. Dalam konteks inilah marketing tourism menjadi sangat penting untuk membangun keberlanjutan serta dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden IMA (Indonesia Marketing Association) Bandung Dr Lina Aulina dalam Webinar yang berjudul MARKETING TOURISM : BEYOND SDGs, INNOVATION & LOCAL WISDOM (29012021). Hadir pula dalam webinar tersebut pimpinan ASITA, PHRI, pengurus IMA Bandung, mahasiswa dan para pelaku pariwisata dan UMKM serta dipandu moderator Anggasa Wijaya.

Webinar tersebut membahas terkait penekanan terhadap informasi dan dimensi marketing pariwisata di dalam aspek SDGs, Inovasi, dan Kearifan lokal, sehingga diharapkan dapat memberikan pemahaman dan manfaat bagi masyarakat, serta para pemangku kepentingan secara berkelanjutan. Hal penting lainnya adalah mendorong supaya aspek pemasaran pariwisata kedepan semakin memperhatikan dimensi SDGs yang memberikan kebermanfaatan yang luas untuk masyarakat luas.

Lina Auliana mengatakan, SDGs dapat mengatasi masalah kesenjangan yang berada di masyarakat, oleh karena itu perlu dilakukan update mengenai segala macam aspek marketing pariwisata yang berkaitan dengan SDGs, Inovasi, dan Kearifan lokal.

Sementara itu keynote speaker  Prof Arief Anshori Yusuf, Guru Besar Fakultas Ekonomi Unpad mengatakan bahwa business development dan industri kreatif dalam sektor pariwisata dapat membantu memulihkan ekonomi masyarakat akibat Covid-19, yaitu dengan menciptakan berbagai macam terobosan, akselerasi, dan inovasi dari semua stakeholder terkait. Saat ini situasinya sedang tidak mudah karena pandemi, sehingga menjadi tantangan berbagai pihak untuk mencari cara atau solusi untuk menghadapi krisis saat ini.

Baca Juga :   Polisi Periksa 13 Saksi Kasus Perampokan Di Cililin

Saat ini sektor pariwisata tidak akan lepas dari industri dan inovasi. Di dalam SDGs, tujuan ke-9 disebutkan, sebuah indutri harus berkelanjutan dan inklusif dengan mendukung pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan manusia, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan. Disebutkan pula bahwa sebuah industri harus melakukan efisiensi penggunaan sumber daya dan mengadopsi teknologi inovasi yang ramah lingkungan. Industri pariwisata yang berkelanjutan akan mementingkan kelestarian alam karena dibutuhkan dalam pembangunan di masa yang akan datang.

Senada dengan itu, perwakilan UNDP Gusniar Nurdin dalam paparannya mengatakan bahwa dalam pemulihan pariwisata melalui ekonomi kreatif dibutuhkan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan di tengah pandemi Covid-19, serta diperlukan juga gerakan untuk membangkitkan kembali ekonomi kreatif masyarakat sekitar destinasi wisata.

“Selaku pemangku kebutuhan masyarakat, SDGs dapat memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas, serta komponen yang termasuk ke dalam akselerasi peningkatan nilai tambah pariwisata, ekonomi kreatif, dan digital”, papar Gusniar.

Kadisparbud Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menegaskan perlu adanya sinergi bersama dalam mengatasi sektor yang terdampak oleh Covid-19.  Dedi melanjutkan, program CHSE telah diterapkan di seluruh destinasi wisata yang berada di Jawa Barat. Hal bertujuan agar setiap wisatawan yang masuk ke destinasi wisata di Provinsi Jawa Barat dapat melaksanakan protokol kesehatan. “Kami terus berupaya menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk menghidupkan kembali pariwisata yang menghadapi kesulitan sebagai dampak dari covid-19”,ungkap Dedi.

Untuk mencapai itu, VP. SDGs IMA Bandung, Ade Kadarisman mengatakan, potensi desa wisata, seperti sumber daya alam dan sosial budaya akan membantu dalam meningkatkan potensi pariwisata berbasis SDGs.

“Potensi desa wisata dengan memprioritaskan pada kelestarian alam dan budaya lokal akan dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan”, papar Ade.

Baca Juga :   Prihatin, Kurangnya Kecintaan Warga Terhadap Adat Dan Budaya

Menurut Ade saat ini  yang terpenting adalah kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi yang intensif dari seluruh pemangku terkait, termasuk masyarakat desa, sehingga akan terwujud ekosistem desa wisata yang memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan alam desa.

Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Bandung menjembatani berbagai stakeholder terkait pengembangan sector pariwisata dalam negeri sehingga kedepan tujuan SGDs telah sesuai dengan 17 poin tujuan didalamnya.

17 tujuan global tersebut diantaranya memberantas kemiskinan dan kelaparan, menciptakan kehidupan yang sehat dan sejahtera, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, menjamin kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan, menjamin ketersediaan air bersih dan energi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membangun industri yang berkelanjutan dan infastruktur yang tangguh serta mendorong inovasi, mengurangi kesenjangan antarnegara, menciptakan pemukiman yang berkelanjutan, menjadikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, menanggulangi perubahan iklim, melestarikan dan memanfaatkan secara bekelanjutan sumber daya yang ada di laut dan sumber daya yang berada di darat, menciptakan keadilan untuk semua, dan menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. ***