WHO:  Berbahaya Semprot Disinfektan ke Tubuh Manusia

9

BISNIS BANDUNG – Bilik-bilik penyemprotan  atau chamber disinfektan untuk seluruh badan menjadi pemandangan  biasa di gedung-gedung perkantoran,  bahkan pintu-pintu masuk perumahan.  Padahal penyemprotan seperti itu membahayakan manusia!

WHO Indonesia melalui akun resminya di medsos menegaskan  hal itu sebaiknya tidak dilakukan. Menyemprotkan bahan-bahan kimia disinfektan langsung ke tubuh manusia bisa membahayakan jika terkena pakaian dan selaput lendir seperti mata dan mulut.

Bahan-bahan seperti alkohol dan klorin, menurut WHO bisa berguna sebagai disinfektan untuk permukaan benda mati. Itu pun harus sesuai petunjuk penggunaannya.

Para pakar dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung mempertegas pendapat tersebut dengan mengatakan tidak ada data ilmiah yang menunjukkan seberapa efektif bilik disinfektan bisa membunuh virus.

Penggunaan bahan-bahan kimia tertentu sebagai disinfektan juga punya risiko bagi kesehatan. Beberapa bahan kimia yang sering dipakai sebagai disinfektan dalam bilik-bilik penyemprotan antara lain larutan hipoklorit berisiko memicu   iritasi dan kerusakan kulit pada paparan terus menerus dalam jangka waktu lama. Inhalasi bisa memicu iritasi ringan pada pernapasan.

Electrolyzed Salt Water: berisiko memicu iritasi. Kloroksilenol (bahan aktif cairan antiseptik komersial): berisiko memicu iritasi kulit dan mata, berisiko keracunan bila tertelan. Hidrogen peroksida (H2O2): pada kadar tertentu bisa memicu iritasi kulit.

Cara yang paling aman untuk menghindari infeksi virus corona  Covid-19  sejauh ini adalah dengan saling menjaga jarak (phisycal distancing) dan sering-sering mencuci tangan dengan sabun selama 20-30 detik. Sabun atau detergen secara ilmiah efektif merusak selubung virus corona.

Kalaupun harus melewati bilik atau chamber disinfektan, pastikan tahu betul jenis bahan kimia yang digunakan dan konsentrasinya. Dan terkadang petugas yang mengoperasikan bilik-bilik tersebut  tidak tahu disinfektan jenis apa yang mereka gunakan. (B-002)***