Winny Citra Dewi Utami, S.Sos.,M.Kesos., Lakukan yang Terbaik, Tidak Terjebak Pendapatan

370

Winny Citra Dewi Utami, kelahiran Rangkasbitung-Banten 19 Maret 1984, adalah anak dari Dr. Danny Setiawan, M.si (72) dengan Rinania Sastrawiguna (60). Saat ini, Winny menjabat sebagai Analis Informasi Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri pada Biro Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Selama kiprahnya sebagai ASN, istri dari Akhmad Taufiqurrachman (36) ini, pada tahun 2017 berhasil mendapat predikat sebagai ASN berprestasi.

Sebelum berkiprah di ASN Jawa Barat, Winny Citra Dewi Utami bersama teman-temannya mendirikan perusahaan event organizer, yakni ketika ia baru lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Cukup banyak kliennya, baik dari unsur pemerintah maupun swasta.

“Pada tahun 2008, keluarga kami mengalami cobaan yang cukup berat, sehingga saya dan calon suami  berikrar bahwa : ‘kita harus menjadi abdi negara ‘, karena saya khawatir melihat kondisi pemerintahan pada waktu itu. Banyak yang menjadi korban, dan salah satunya adalah ayah saya sendiri.

Akhirnya, pada tahun 2008, saya ikut test ASN, dan saya di terima di pemerintahan Kabupaten Purwakarta, serta ditempatkan di bagian humas.

Pada awal tahun 2011, saya ditugaskan pindah ke Pemprov Jabar, serta ditempatkan di Biro Pemerintahan dan Kerjasama (dulu Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama).

Tahun 2013, saya mendapat beasiswa dan tugas belajar di Magister Kesejahteraan Sosial Fisip Universitas Padjadjaran. Saat saya kembali berdinas di Biro Pemerintahan dan Kerjasama pada tahun 2015, saya ditugaskan sebagai Analis Informasi Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri,” tutur Winny.

Ibu dari Syakuurrahman Aliff (8) ini mengaku bahwa, ia merasa terpanggil untuk masuk ke dunia pemerintahan, tentunya dengan tujuan bisa memberi kontribusi, perubahan serta inovasi pada dunia pemerintahan.

Selama menjadi ASN, Winny sempat mengikuti beberapa program pelatihan dan pendidikan, antara lain, tugas belajar di Magister Kesejahteraan Sosial, Fisip Unpad (2013-2015).

Ia juga sempat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat, short course performance appraisal for public sector di Tafe South Australia, Adelaide pada tahun 2016.

Winny menambahkan bahwa, untuk meningkatkan kualitas diri dan profesi, kita harus mengetahui ruang lingkup pekerjaan kita itu apa. Jadi kita mengetahui apa saja yang menjadi tujuan/output yang harus kita capai.

Setiap pekerjaan, harus ditentukan targetnya. Sedangkan terhadap diri sendiri, kita jangan merasa cepat puas, sehingga bisa memicu semangat kita untuk belajar terus.

“Saya adalah tipikal orang yang merasa lebih baik bila mempunyai waktu sedikit tetapi berkualitas, daripada mempunyai banyak waktu tetapi tidak bermakna. Pada saat di kantor, sebagai ASN, pekerjaan adalah prioritas bagi saya.

Namun ketika di rumah, saya adalah seorang istri dan ibu, sehingga suami dan anak saya adalah prioritas. Lalu, pada saat saya bersama orang tua /mertua, saya adalah anak, sehingga merekalah yang menjadi prioritas saya,” ungkap Winny.

Penganut moto hidup ‘ikhlas dan selalu libatkan Allah Azza Wa Jalla dalam setiap langkah/keputusan hidup kita’  ini mengutarakan bahwa, dimanapun kita ditugaskan, kita harus selalu melakukan yang terbaik, berinovasi dan tidak boleh terjebak pada pendapatan.

“Satu hal yang saya selalu ingat adalah  pesan dari ayah saya yakni, beliau  pernah mengatakan kepada saya sebelum menjadi ASN bahwa, menjadi ASN tidak boleh menghitung pendapatan/take home pay berapa, karena menjadi ASN adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Orang yang berjasa di dalam hidup saya adalah, pertama, tentunya ibu dan ayah saya, karena tanpa didikan, kasih sayang, pola pengasuhan, dukungan dan fasilitas pendidikan, serta doa yang mereka berikan, sepertinya saya tidak akan mungkin bisa berada di titik sekarang ini.

Kedua adalah mertua, saya diberkati oleh ibu dan ayah mertua yang masih muda, dan sangat mengerti kebutuhan anak serta istrinya.

Ketiga adalah suami saya, karena dia merupakan teman diskusi dan sharing terbaik, yang selalu mengingatkan serta memberi saya semangat, sejak awal saya menjadi ASN.

Keempat adalah, para pimpinan saya yang selalu mendukung dan percaya kepada saya untuk menangani suatu kegiatan, sehingga membuat saya lebih tenang dan semangat dalam bekerja,” pungkas Winny kepada BB pekan lalu.     (E-018)***