Wisata Open Trip Makin Menjanjikan Dijadikan Bisnis

18

KINI, melepas penat dengan beranjangsana semakin mudah Anda lakukan. Salah satunya, dengan cara pelesiran bersama rombongan atau kelompok dengan harga ramah dan waktu singkat alias open trip.

Bisnis wisata open trip ini mulai banyak peminat. Bukan cuma karyawan saja, juga kalangan pelajar dan mahasiswa.

Salah satu pemainnya adalah Piknik Again yang Muhammad Ikbal Firmansyah rintis sejak awal tahun ini. Piknik Again memiliki beberapa tujuan open trip, dengan fokus lokasi wisata di Jakarta, tepatnya Pulau Seribu, dan Bandung.

Meski baru memulai usaha, Piknik Again sudah melayani lebih dari 3.000 pelancong. Keseluruhan wisatawan tersebut tak hanya datang dari kalangan perorangan, tapi juga rombongan.

Untuk tarifnya, murah saja. Misalnya, open trip ke Kepulauan Seribu hanya berbanderol mulai Rp 85.000 per orang. Sementara untuk perjalanan ke Bandung, Ciwidey, atau Lemang mulai Rp 200.000 per orang.

“Kami menyediakan transportasi kapal atau bus, retribusi, tiket pulau, asuransi, dan dokumentasi. Tapi, tidak termasuk tiket wahana yang ada di tempat wisata, seperti snorkeling bayar sendiri,” kata Ikbal.

Saat ini, Piknik Again masih menggunakan aplikasi perpesanan WhatsApp sebagai media pendaftaran. Rencananya, tahun depan akan mulai meluncurkan website untuk mempermudah orang mendaftar.

Dalam satu bulan, biasanya Piknik Again cuma melakukan dua kali open trip saja. Meski begitu, penghasilan yang Ikbal raih dari usaha ini tergolong lumayan. “Omzet bersih kami per bulan kurang lebih Rp 8 juta,” sebutnya.

Pemain lain yang sudah dulu terjun ke bisnis wisata ini adalah Fadil Muarif, pendiri dan pemilik Lepas Suntuk. Sama seperti Piknik Again, Lepas Suntuk menawarkan open trip singkat. Bedanya, Lepas Suntuk memilih destinasi wisata di kawasan Jawa Timur, Bali, Lombok, dan Flores.

Usaha yang sudah berjalan sejak 2016 ini saban bulan mampu memberangkatkan wisatawan rata-rata sebanyak 160 orang. Bromo, Fadil mengatakan, menjadi destinasi favorit pelancong yang ingin liburan singkat.

Tarif open trip di Lepas Suntuk mulai Rp 300.000 per orang untuk tujuan Bromo. Fasilitasnya adalah konsumsi, tiket wisata, dan transportasi. “Untuk Labuan Bajo Rp 2,5 juta per orang di open trip kami,” ujar Fadil.

Tarif yang Fadil patok bisa mengalami perubahan, tergantung dari lokasi titik pertemuan atawa meeting point yang peserta open trip ambil. Jika berdekatan dengan tempat wisata, tentu saja bisa lebih murah. Tapi kalau sebaliknya, jelas semakin mahal.

Kalau Piknik Again masih mengandalkan saluran WhatsApp untuk pendaftaran, Lepas Suntuk sudah memakai aplikasi bergerak, baik untuk Android ataupun iOS sejak tahun lalu.

Adapun tim yang tergabung di Lepas Suntuk sudah mencapai 65 orang, yang tersebar di sejumlah daerah wisata. Mulai Malang, Bali, Nusa Penida, hingga Labuan Bajo. Hasilnya, Lepas Suntuk bisa meraup pendapatan Rp 100 juta per bulan. (C-003/BBS)***