Yana Positif Covid-19, Tambah Deretan Pejabat Publik

15

BISNIS BANDUNG –  Hingga kini  terdapat beberapa deretan pejabat publik  yang terpapar virus corona baru Covid-19 atau sering disebut virus corona. Kabar  yang  mengagetkan datang dari Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana  dinyatakan positif  terkena  wabah virus yang menyita perhatian dunia tersebut.

Yana melalui akun instagram pribadinya @kangyanamulyana pada, Senin malam (23/3)
mengungkapkan berdasarkan hasil uji  atau tes SWAB  yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Jawa Barat, dirinya dinyatakan positif Covid-19.

“Saya Yana Mulyana Wakil Wali Kota Bandung setelah mengalami demam dan melakukan tes corona, Covid-19 beberapa hari yang lalu, dan hari ini hasilnya telah keluar dan dinyatakan saya positif Covid-19,” ujar Yana dalam postingan vidio berdurasi 47 detik seraya menambahkan    ia telah   melakukan isolasi dan insyaAllah mohon doa dari semua.

Yana mengaku telah mengisolasi diri selama 11 hari, dan akan dilanjutkan isolasi beberapa hari ke depan. Dalam postingannya  ia  juga memohon doa kepada warga Bandung.
“Dengan segala kerendahan hati, saya mohon doa dari wargi Bandung sekalian,” tulisnya.

Pejabat publik  lainnya yang terpapar  Covid-19  adalah Menteri Perhubungan,  Budi Karya Sumadi dinyatakan positif setelah mengalami sakit cukup lama, hingga mengalami sesak napas.

Budi  diketahui memiliki penyakit asma, dan ia berada digarda terdepan sewaktu mengurus berbagai pintu masuk di tanah air, demi mencegah persebaran virus.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto positif coronavirus SARS CoV 2 atau penyakit Covid-19 mengagetkan publik. Pasalnya dia  gencar mengedukasi warganya untuk menerapkan pola hidup bersih.

Pemeriksaan swab terhadap Bima dilakukan usai ia pulang dari Azerbaijan dan Turki. Padahal setelahnya Bima dan para pejabat Pemkot sudah melaksanakan protokol sebagai orang dalan pemantauan (ODP). Kini, Bima dan seorang pegawai Pemkot menjalani proses isolasi di RSUD Kota Bogor selama 14 hari.

Dikabarkan pula  yang terpapar  virus corona adalah  seorang  pejabat Pemprov Jabar yang berinisial K. Padahal hasil penelurusuran, ia tidak pernah melakukan kontak fisik dengan pasien positif. Begitu pula pejabat publik di Pemkab Cianjur dengan status PDP kini dalam proses perawatan. (B-002)***