YLBHI : Jangan Melanggar HAM PertanyakanTudingan Polri Pada LSM Sebagai Pembuat Situasi Panas Di Papua

129

BISNIS BANDUNG – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) membantah tudingan Polri bahwa LSM hanya mengungkap kasus pelanggaran HAM untuk menambah runyam kondisi di Papua. YLBHI mempertanyakan logika Polri terkait tudingan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan aktivis HAM. Polri menyebut LSM dan aktivis sebagai pihak yang membuat situasi di Papua semakin panas.

Dikemukakan Ketua YLBHI Asfinawati,  LSM memaparkan pelanggaran HAM di Papua sesuai fakta. Dia membantah tudingan Polri bahwa LSM hanya mengungkap kasus pelanggaran HAM untuk menambah runyam kondisi di Papua.

Perlu baca konstitusi dan UU 39/1999, kesetiaan kita kepada Negara RI kan indikatornya kepatuhan kepada konstitusi, UUD 1945 dan amandemennya, serta hukum. Kok bisa ada pejabat komentarnya begini?

“Itu dasar pikirnya sudah tidak benar. Kalau tidak mau LSM mengangkat pelanggaran HAM, ya jangan melakukan pelanggaran HAM,” kata Asfin lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/5) yang dikutip Bisnis Bandung.com.

Ditegaskan Asfin, konstitusi RI melindungi hak setiap orang untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Konstitusi, memberi amanat kepada negara agar memenuhi HAM bagi setiap warga.

Menurut Asfin, LSM hanya menjalankan dua amanat konstitusi tersebut. Kehadiran LSM penting untuk memberi peringatan terkait pelanggaran oleh negara.

“Kalau tidak ada tindakan atau peringatan terhadap pejabat-pejabat begini, negara hukum Indonesia benar-benar runtuh sebentar lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabaintelkam Polri Komisaris Jenderal Paulus Waterpauw menyebut,  LSM dan aktivis sebagai aktor non-negara yang mendorong isu separatisme agar terus bergulir.

“Saya mau bahas nonstate actor ini, itu kebanyakan keterlibatan NGO-NGO, atau LSM-LSM yang hadir di sini, ikut memanas-manasi situasi di Papua ini,” ujar mantan Kapolda Papua tersebuat dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (10/5/21). (B-003) ***

Baca Juga :   Pemilik Serta Penjual Senjata Api Ilegal Diciduk Petugas