Zulkarnain: Tidak Ikut Gerakan Wakaf Takut Dimaling Koruptor Pemerintahan Jokowi

8

BISNIS BANDUNG –  Ustaz Tengku Zulkarnain mengaku keberatan atas pencanangan wakaf oleh Presiden Jokowi. Tak cuma keberatan , tapi juga  menanyakan soal komitmen pemerintah mengelola wakaf yang terkumpul. Terlebih beberapa skandal mega korupsi  terjadi di era pemerintahan Jokowi.

“Uang Jiwasraya , Asabri , Bansos dimaling. Termasuk dana BPJS Ketenagakerjaan menurut kejaksaan sebesar Rp 43 triliun dimaling,” ungkap Tengku yang dikutip dari akun Twitternya, Senin (25/1/21). Sebab itu, mantan Wasekjen MUI itu menolak mengkuti gerakan wakaf yang dilakukan pemerintah.

“Presiden @jokowi canangkan wakaf uang. Maaf seribu maaf satu rupiahpun saya tidak akan mau ikut. Tidak percaya. Takut dimaling juga,”ungkapnya menegaskan.

Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) pada Senin 25 Januari 2021 di Istana Negara Jakarta Pusat.

Jokowi menyebut bahwa potensi wakaf di Indonesia sangat besar hingga mencapai triliunan. “Potensi wakaf sangat sangat besar di negara kita, potensi wakaf pertahun mencapai Rp 2.000 triliun dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp188 triliun,” ujar Jokowi. Karenanya, Jokowi meminta jajarannya untuk memperluas cakupan pemanfaatan wakaf. Tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah, melainkan dikembangkan untuk tujuan sosial ekonomi.  Gerakan ini menuai reaksi banyak pihak termasuk dari Ustaz Tengku Zulkarnain. Tak cuma keberatan, ia menanyakan soal komitmen pemerintah mengelola wakaf yang terkumpul. Terlebih beberapa skandal mega koruposi justru terjadi di era pemerintahan Jokowi.

Tidak terbatas untuk ibadah

Jokowi menjelaskan,  wakaf terbagi dalam beberapa jenis. Pertama, wakaf berbentuk benda, baik bergerak maupun tak bergerak.

Kedua, wakaf dalam bentuk uang tunai. Dengan banyaknya jenis wakaf ini, menurut Jokowi  potensinya begitu besar . “Oleh karena itu, kami perlu perluas cakupan pemanfaatan wakaf, tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah tapi dikembangkan untuk tujuan sosial ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan,” katanya dilansir laman CNN 25 Januari 2021 yang dikutip Bisnis Bandung.com.  Dikemukakan Jokowi, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim harus menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola wakaf.

Baca Juga :   Melanie Sebut Anggota DPR Penghianat Rakyat Janji Manis Tak Dilaksanakan

Disebutkan Jokowi , pemerintah yang  meluncurkan gerakan nasional wakaf uang, juga sekaligus meresmikan brand ekonomi syariah. “Peluncuran itu menjadi bagian penting, bukan hanya literasi, kepedulian ekonomi syariah, tapi juga  perkuat rasa solidaritas untuk atasi kemiskinan dan ketimpangan sosial,” tutur Jokowi.

Jokowi mengakui ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mengembangkan ekonomi syariah di dalam negeri. Salah satunya, literasi keuangan syariah yang yang baru 16,2%. “Ini masih rendah, masih banyak ruang untuk pemahaman yang bisa dioptimalkan,” tutur Jokowi.

Selain itu, lanjut Jokowi, negara juga harus memperkuat ekonomi syariah dengan mengembangkan bank syariah di Indonesia. Salah satunya lewat merger bank syariah milik BUMN.  “Lalu kami kembangkan bank wakaf mikro di berbagai tempat dan perkuat lembaga zakat, infaq, wakaf untuk memberdayakan ekonomi umat,” ujar Jokowi. (B-003) ***