Menyambut Mentari Dari Bukit Kingkong

92

Melihat terbitnya matahari di kawasan Bromo merupakan tontonan favorit para pelancong yang berkunjung ke daerah ini . Para pelancong rela berdesakan untuk menikmati sang mentari  menampakan diri dari upuk timur .Selama ini aktivitas menunggu sunrise dilakukan di bukit Penanjakan,namun ternyata ada sebuah tempat baru untuk menikmati sunrise yang letaknya tidak jauh dari Penanjakan.Tempat itu dinamakan Bukit Kingkong, tidak begitu jauh dari Penanjakan, letaknya sebelum bangunan Musala Penanjakan.

Bukit yang memiliki ketinggian 2.600 mdpl , sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Penanjakan 1 Bromo , dan  sebenarnya dapat menjadi alternatif yang bagus saat Penanjakan 1 dan 2 Bromo dipadati pengunjung. Pesona yang didapatkan tak jauh beda. Dari sudut pandang yang lebih rendah, pengunjung masih dapat menikmati pemandangan pesona matahari terbit dengan latar belakang deretan gunung eksotis yang memanjakan mata,  yakni Gunung bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru.

Selain itu, pemandangan dari Bukit Kingkong ini juga bisa disebut lebih memuaskan dibandingkan dengan Penanjakan 1 Bromo, karena lanskap panorama yang didapatkan lebih luas dan menakjubkan. Wisatawan yang menyaksikan pemandangan matahari terbit dari atas puncak bukit Kingkong ini , juga dapat melihat bentangan samudera pasir atau kaldera Bromo, Gunung Semeru serta pemandangan Kota Probolinggo dan Pasuruan.

Asal mula penamaan bukit Kingkong menurut warga setempat, karena pada salah satu bagian tebing di bukit  terlihat menonjol. Dan jika dilihat lebih seksama, tonjolan tebing tersebut terlihat  seperti kepala dan wajah kingkong. Tebing yang menyerupai kepala dan wajah kingkong itu tentunya terpahat secara alami dan tepatnya berada persis si belakang pagar pembatas keamanan untuk pengunjung . Disebutkan bahwa bagian batu yang menonjol dan beberapa cekungan yang terukir di sekitarnya dianggap menyerupai bentuk mata dan hidung kingkong.

Proses terbitnya mentari di mulai ketika garis berwarna jingga mulai muncul di ufuk timur sekitar pukul 03.30 pagi. Meskipun tipis, warnanya yang terang menyita perhatian puluhan pasang mata. Sinar itu memunculkan berbagai gradasi warna di langit yang sebelumnya gelap gulita. Pergerakan matahari di bukit ini bisa diikuti dengan jelas. Sekitar pukul 05.30, fajar yang membekas seperti garis semakin melebar diikuti matahari yang baru saja bangun dari balik cakrawala, seolah membuka tirai yang tadinya menutupi jajaran Gunung Bromo, Gunung Batok dan puncak Semeru.

Dalam sekejap mata, pemandangan sekitar yang tadinya gelap mulai tampak terang. Satu per- satu penampakan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru mulai tampak jelas di depan mata. Ditambah awan putih yang menghiasi lereng-lereng dan puncak-puncaknya.  Akhirnya, sang mentari pun muncul membawa harapan, disertai pemandangan alam yang indah  terpampang nyata di hadapan mata. (E-001) ***