Arfi Rafnialdi, ST , IA ITB Ingin Berperan Membangun Jawa Barat

114

Anak dari pasangan dr. H. Bachtiar Oesman, MSc (67) dan dr. H. Ayi Raffiah, MARS (66) ini, sekarang menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, juga sebagai Sekretaris Tim Pertimbangan Kebijakan Publik Walikota Bandung, serta menjadi Direktur GRAK Consultant.

Suami dari Nur Dewi Rahmalia (38 tahun) ini, terpilih  menjadi Ketua Ikatan Alumni ITB pada 17 Januari 2016, yang dikukuhkan (dilantik) melalui Rakernas IA ITB tanggal 12 Maret 2016 (periode 2016 -2020) di Aula Barat ITB.

Arfi tertarik menjadi Ketua IA ITB Jabar, karena melihat potensi alumni ITB yang luar biasa.  Secara umum, sosok lulusan ITB ini merupakan pribadi yang cerdas, berwawasan luas, memiliki kepercayaan diri yang baik, serta memiliki standar kinerja yang tinggi. “Saya melihat ini sebagai peluang sekaligus tantangan untuk mengajak para alumni ITB bersinergi dalam organisasi Ikatan Alumni” ungkapnya kepada BB pekan lalu.

Arfi Rafnialdi mengatakan,  sejak angkatan pertama ITB pada tahun 1920, jumlah lulusan ITB telah lebih dari 110.000 orang, dan 20% di antaranya berada di Jawa Barat.

Selama 6 bulan menjabat sebagai Ketua IA ITB Jabar, sejumlah program telah digulirkan, antara lain:

  • Menurunkan tim tanggap bencana ke Kabupaten Bandung (Maret 2016) dan Kabupaten Garut (September 2016).
  • Pendidikan Sertifikasi Insinyur untuk para Alumni ITB, bekerjasama dengan BKTI Persatuan Insinyur Indonesia, yang dilaksanakan pada 7 Mei 2016.
  • Seminar, talkshow dan TOT tentang Investasi Pasar Modal Syariah, bekerjasama dengan OJK pada 24-25 Juni 2016 silam.
  • Mengadakan kegiatan “Jabar Berbagi”, bekerjasama dengan LPP Salman ITB dan komunitas Landrover Anhang Adventure.
  • Bakti sosial, dengan menyantuni sekitar 600 anak Yatim se-Bandung Raya di bulan Ramadhan lalu.
  • Pengecatan Mural Siliwangi sepanjang 476 meter, dalam rangka menyambut hari jadi Kota Bandung ke-206 dan PON XIX Jawa Barat, bekerjasama dengan 20 komunitas serta 500 orang seniman dan relawan, di sepanjang jalan Siliwangi, 13-15 September 2016.
  • Kegiatan lari ceria 5 km “Bandung Volcano Run”, yang diikuti oleh 1.300 pelari se-Bandung Raya, bekerjasama dengan Ikatan Alumni Geologi ITB dan komunitas Sekolah Bumi, bertempat di kampus ITB serta Car Free Day Dago, 25 September 2016.

Ayah dari Hanif (13), Syifa (11), Sarah (9) dan Imam (2 tahun) ini mengakui, program IA ITB Jabar umumnya bekerjasama pihak luar.  Namun demikian, IA ITB Jawa Barat tetap memberikan perhatian kepada pemenuhan kebutuhan para anggotanya.

Program jangka pendek dan panjang yang akan digulirkan adalah, IA ITB Jawa Barat ingin berperan aktif dalam pembangunan di Jawa Barat, terkait dengan bidang keahlian masing-masing Alumni. Seperti  membuat model/proto type bangunan di kampung  Sekepicung (Kabupaten Bandung) dan Cibunut (Kota Bandung), yang diharapkan dapat menjadi model percontohan untuk daerah lain.

Arfi mengatakan, selama ini kendala yang dihadapi IA ITB dalam pengaplikasian program kerja adalah masalah waktu, karena para pengurus kebanyakan bekerja sebagai profesional atau pengusaha yang  punya banyak aktivitas. (E-018) ***