Dari Budaya Kerbau ke Budaya Sapi

104

”ANEH” itulah mungkin ungkapan  paling pas yang ingin disampaikan Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar. Bapak Wagub yang pernah jadi ”copet” dan ”jenderal” itu merasa heran. ”Jabar penghasil bibit ternak terbaik, tapi peternak sapi tidak bisa penuhi kebutuhan konsumsi Jabar,” katanya pada saat menghadiri kontes ternak di Cilawu, Garut.

Keheranan Demiz itu berdasarkan data yang ada di Pemda Jabar, kebutuhan daging sapi di Jabar sampai 107.050 ton pertahun. Sedangkan sapi siap potong di peternak Jabar hanya tersedia 40.821 ton atau setara dengan 214.000 ekor sapi. Benar, tahun ini ketersediaan sapi potong meningkat akan tetapi tidak terlalu siginifikan. Sapi siap potong hanya sekira 50.000 ton, kurang dari setengah jumlah kebuituhan akan daging sapi.

Menurut Demiz, bisa jadi ada kesalahan mendasar sehingga kebutruhan akan daging sapi di Jabar jauh dari terpenuhi. Bisa jadi bibit unggul hasil pembibitan sapi Jabar banyak yang ”lari” ke luar Jabar. Jatim dan Jateng sudah  dapat memenuhi konsumsi masyarakat setempat bahkan Jabar mendapat kiriman sapi potong atau daging dari Jatim. Kesalahan mendasar, seperti dikhawatirkan Demiz,bibit hasil pembibitan Jabar, dijual ke luar sedangkan para peternak justru melakukan penggemukan sapi yang didatangkan dari luar. Demiz meminta semua institusi yang bnerkaitan dengan peternakan sapi, segera melakukan langkah-langkah strategis. Antara lain menjaga bibit unggul hasil insemenasi Jabar, tidak dijual ke luar. Para peternak atau penghasil bibit sapi unggul, justru berusaha mengembangkan bibit sapi itu di Jabar.

Kebutuhan akan daging sapi selalu muncul menjelang Hari Raya Kurban. Tiga buan sebelum Kurban, panitia dari berbagai mesjid, sudah berlomba mencari sapi. Sampai tanggal 20 Juli kemarin, harga sapi belum bergerak naik, ratra-rata Rp19 juta untuk ukuran sedang. Namun harga itu tampaknya akan bergerak naik karena ketersediaan sapi di peternak sangat terbatas. Para peternak sapi di Jabar hanya mampu memenuhi 38,13 persen dari kebutuhan sapi. Sisanya menunggu pasokan para pedagang ternak dari Jatim dan Jateng.