Jabar Segera Memiliki Perda Ekonomi Kreatif

131

BISNIS BANDUNG- Komisi II DPRD Jabar dengan mitra kerjanya yaitu dinas-dinas terkait tengah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang ekonomi kreatif yang dirancang guna meningkatkan perkembangan industri kreatif di Jawa Barat.

Kini Perda tersebut memasuki pembahasan konten-konten yang dilakukan antara DPRD Provinsi Jawa Barat dengan mitra kerja terkait, ungkap Wakil Ketua Komisi II, Ijah Hartini di Gedung DPRD Jabar, pekan ini.

Sejauh ini draf Raperda Ekonomi Keatif ini sudah diberikan ke daerah-daerah guna melihat sejauh mana potensi ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Upaya pembentukan Perda ini sudah menjadi sebuah kebutuhan, selain merupakan amanat UU No 23 Tahun 2014.

Ia menambahkan, setelah Komisi II DPRD Jabar menampung masukan dari dinas-dinas terkait, maka pembahasan dilanjutkan pada pembahasan pasal perpasal.

Sebagaimana dijelaskan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar terdapat 15 subsektor Perda Ekonomi Kreatif perlu adanya pe­ngelompokan agar bisa memilah yang selanjutnya penanganan bisa langsung berhadapan dengan dinas terkait.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Agus Hanafiah mengapresiasi inisiatif DPRD Provinsi Jawa Barat dalam pembuatan Perda Ekonomi Kreatif.

Menurutnya sektor ekonomi ini adalah sektor unggulan dan akan terus berkelanjutan. Diharapkan perda ini harus tetap memperhatikan kultur atau berbasis budaya.

“Ekonomi kreatif ini sudah menjadi unggulan, karena sektor-sektor lain seperti migas dan batu bara akan habis pada waktunya, tetapi ekonomi kreatif akan terus berlanjut, ” katanya.

Agus memaparkan ada tiga dari 15 sub sektor Perda Ekonomi Kreatif yang menjadi kewenangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Yaitu berkaitan dengan musik, seni pertunjukan, dan seni rupa. Oleh karena itu diharapkan bisa diadopsi di dalam perda tersebut.
Sedangkan sektor lainnya berada di Dinas Komunikasi dan Informasi serta Dinas Industri dan Perdagangan.

Di samping itu ada usulan adanya bab yang khusus mengenai produk, pengembangan dan pemasaran produk ini menjadi sangat penting.

Selama ini kelemahan ekonomi kreatif salah satunya soal desain dan kemasan. Kalau desain dan kemasannya bagus sesungguhnya daya tariknya akan lebih bagus lagi.

Banyak pihak berharap Perda Ekonomi Kreatif segera terwujud yang selanjutnya diaplikasikan dalam rangka meningkatkan semangat ekonomi kreatif masyarakat secara menyeluruh dan optimal. (B-002)***