Kubur Mati dari Batu Zaman Romawi

171

Sarkofagus merupakan suatu tempat untuk menyimpan jenazah (peti mati dari batu). Kata Sarkofagus berasal dari bahasa Yunani (sarx, “daging”) dan (phagein,”memakan”). Jadi kata Sarkofagus bermakna “memakan daging”. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup.

Dari Sarkofagus yang ditemukan, di dalamnya terdapat mayat dan bekal kubur berupa periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda dari perunggu serta besi. Daerah tempat ditemukannya Sarkofagus, di antaranya di daerah Bali. Menurut keterangan , Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa Sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.

Sarkofagus sering disimpan di atas tanah, oleh karena itu Sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam, sementara beberapa lainnya dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah.

Di Mesir kuno, Sarkofagus merupakan lapisan perlindungan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang dipahat dengan alabaster. Sarkofagus , kadang-kadang dibuat dari logam atau batu kapur yang juga digunakan oleh orang Romawi kuno sampai datangnya agama Kristen yang mengharuskan mayat untuk dikubur di dalam tanah.

Tak hanya di luar negeri saja, sebab kubur peti batu Sarkofagus juga terdapat di daerah wilayah Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Namun penyebaran kuburan bentuk ini paling banyak terdapat di Pulau Samosir, sedangkan di Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan relatif sedikit, hanya ditemukan di beberapa tempat saja.

Sarkofagus yang ditemukan di Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutang merupakan salah satu hasil budaya yang dibuat oleh pendukung budaya yang bersumber dari kepercayan terhadap nenek moyangnya.

Sarkofagus merupakan salah satu pemanfaatan sumber daya geologi zaman prasejarah pada kebudayaan megalitik atau batu besar . Kubur batu (peti mati) merupakan cara penguburan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari batu. Pertama kali ditemukan di Pulau Bali , terdiri dari bagian bawah yang diperuntukan sebagai wadah tempat menyimpan jenazah, kemudian bagian atas befungsi sebagai penutup.

Jenazah disimpan di dalam Sarkofagus dengan posisi terlipat atau jongkok disertai benda bekal kubur . Penemuan Sarkofagus , selain di Bali , juga ditemukan di Bondowoso Jawa Timur terjadi pada akhir zaman prasejarah , sekitar 200 – 300 SM .

Bahan peti mati batu yang ditemukan di Desa Pakauman , Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowaso , berasal dari batu breksi gunung api dengan, ukuran penutupnya 196 x 110 x 50 cm , bagian wadah tempat menyimpan jenazah berukuran 225 x 118 x 86 cm. (B-003) ***