Mengembangkan Pertumbuhan Ekonomi Industri Kreatif

109

INDUSTRI kreatif di Indonesia termasuk Jawa Barat semakin berkembang, ma­sing-masing daerah memiliki khas tersendiri sehingga selain kaya suku dan bahasa, Indonesia juga kaya akan industri kreatifnya. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Balai Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV Jawa Barat, Ir. Dedi Mulyadi.

Menurutnya, Industri kreatif yang menjadi tren kuliner kreatif di kalangan masyarakat Jawa Barat saat ini adalah kopi. Hampir di beberapa daerah seperti Garut, Bandung, Sumedang dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat, kopi ini menjadi salah satu yang paling diminati baik oleh pribumi atau luar pribumi.

”Kuliner masing-masing daerah punya khas sendiri, namun kalau melihat tren industri kreatif di beberapa daerah, saat ini kopi menjadi tren kuliner kreatif .

Contoh, kopi Jawa Barat dari Babakan Palasari, Gunung Puntang (Bandung), di Kota Garut, itu juga baik, juga rasa bersaing,” ujar Dedi saat mengunjungi Pameran Kreatif se-Priangan di Bakorwil Garut, kemarin.

Menurutnya, beberapa yang menjadi kendala para pelaku usaha kreatif ini diantaranya permodalan dan market. Ketika usaha berjalan, beberapa di antaranya bi­ngung dalam mencari market untuk produknya, sebaliknya ketika memiliki market, terkadang untuk mengembangkan usaha terkendala dengan susah mencari modal.

”Tapi sampai saat ini untuk market ada beberapa yang sudah baik ya, seperti de­ngan memanfaatkan media sosial bahkan tidak sedikit yang nembus pasar internasional, termasuk kopi di Jawa Barat ataupun Garut,” katanya usai mengunjungi 20 stan industri kreatif tersebut.

Dalam menguatkan produk lokal, pelaku usaha sendiri harus selalu meningkatkan daya saing dari produknya. Karena saat ini produk luar dengan jenis yang sama namun kualitas seadanya bisa menjual de­ngan harga di bawah produk lokal. ”Makanya penguatan kualitas produk diantaranya perlu terus dilakukan para pe­ngusaha industri kreatif kita,” ujarnya. (C-003/krl)***