Semester I 2017, Penjualan Motor Merosot

171

BISNIS BANDUNG – Penjualan sepeda motor pada semester I – 2017  mengalami penurunan dibanding periode yang sama pada tahun 2016. Total, penjualan motor  dari 5 merek anggota AISI hanya mencapai 2.700.546 unit, untuk  kurun waktu Januari-Juni 2017.

Menurut Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) , pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan motor bisa mencapai 2,9 juta unit. Artinya, pada periode Januari – Juni 2017 ada penurunan sekitar 8,8 % .

Dari total pejualan sebanyak 2.700.546 unit , pabrikan motor Honda masih menjadi terbanyak dalam penjualannya. Produsen motor berlogo kepakan sayap ini mampu melepas 2.005.944 unit motor pada 6 bulan pertama 2017. Sementara pada Juni lalu, penjualan wholesales Honda mencapai 263.854 unit.

Selanjutnya , Yamaha masih bertengger di bawah Honda. Pabrikan berlogo garpu tala ini menjual 614.895 unit motor pada semester pertama 2017. Sementara pada bulan Juni,  melepas penjualan 105.133 unit .

Karena menurunnya performa penjualan, AISI kembali merevisi target penjualan. Target yang sudah direvisi ini diharapkan bisa tercapai sampai akhir 2017.

AISI menetapkan target penjualan motor sebanyak 5.750.000 unit sampai akhir 2017. Sebelumnya, AISI juga sudah merevisi target penjualan dari 6,2 juta unit menjadi 5,9 juta unit dan sekarang direvisi lagi menjadi 5.750.000 unit.

Penjualan Motor Periode Januari-Juni 2017

No.MerekUnit
1.Honda2.005.944 unit
2.Yamaha614.895 unit
3.Kawasaki40.329 unit
4.Suzuki38.690 unit
5.TVS688 unit
Total2.700.546  unit

Mobil Bekas

Berbeda dengan penjualan sepeda motor , pasar mobil bekas diprediksi akan tetap tumbuh dan stabil. Salah satu faktornya karena ada kecenderungan penurunan harga jual. Kondisi tersebut merupakan hal musiman di alami pedagang mobil bekas (mobkas).

Kecenderungan penjualan mobkas tetap stabil  diakui Nono Sutrisno, pemilik sebuah showroom mobil bekas Mega Pratama Motor , Cimahi. Menurutnya,  harga   tidak akan berubah dengan banderol yang ditawarkan saat jelang Lebaran lalu. Karena saat awal puasa harga mobkas  rata-rata sudah turun agar bisa  bersaing dengan  mobil baru. Diler mobil baru banyak memberikan program diskon, sehingga  para pedagang mobil bekas menurunkan harga jualnya.

Herjanto Kosasih , Manajer Senior Pemasaran Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta mengatakan, angka penjualan mobil bekas pada periode musim mudik Lebaran 2017 menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, sebelum hari raya Idul Fitri terjual sebanyak 2.900 unit mobil bekas, sedangkan pada tahun ini hanya terjual  2.600 unit.

Hal senada juga dikemukakan Nono Sutrisno yang menduga turunnya penjualan mobil bekas selama musim Lebaran disebabkan perilaku konsumen yang menunda membeli mobil karena bersamaan dengan kebutuhan pendidikan anak-anaknya dalam menghadapi tahun ajaran baru dan hari raya Lebaran. Walupun turun, beberapa jenis mobil penumpang tetap diminati pada periode sebelum Lebaran hingga setelahnya.

Model Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza, Innova, Honda Mobilio, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga masih menjadi paling banyak diincar masyarakat, termasuk Cayla dan Sigra yang jauh lebih murah.

Herjanto memprediksi penjualan mobkas hingga akhir tahun 2017 akan menyamai angka penjualan selama 2016 , yakni sebanyak 38.000 unit.

Di sisi lain, ia menambahkan, segmen MPV (multi purpose vehicle) atau mobil penumpang serbaguna tetap menjadi penyumbang penjualan mobil bekas terbanyak sampai  50 % dari total penjualan, disusul city car sebesar 20 %, SUV 15 %,  sisanya untuk segmen lain.(E-002)***