Harga Beras Medium dan Premium, Turun Kualitas Rendah Naik 3,17%

282

BISNIS BANDUNG – Harga beras di beberapa pasar tradisional wilayah Bandung Raya sejauh ini cenderung stabil . Bahkan, sejumlah pedagang yang menjual beras dalam partai besar maupun eceran memprediksi harga beras akan terus stabil hingga akhir tahun .

Padahal, biasanya setelah panen raya usai sering terjadi kenaikan harga. Akan tetapi, sampai saat ini karena ketersediaan gabah masih melimpah di tingkat petani, menjadikan harga beras cenderung normal.

”Kondisi ini, diharapkan turut menyetabilkan harga bahan pokok lainnya,” tutur Komara pedagang beras eceran di pasar Tangjungsari Sumedang.

Ade (55), pedagang beras di pasar Resik Jatinangor memberi jawaban serupa dengan Komara. Menurutnya , sejauh saat ini harga beras masih stabil ,belum ada kenaikan .

“Harganya cenderung stabil sejak awal tahun,” ucap Ade seraya menambahkan , pihaknya menjual beras , masing-masing untuk kualitas biasa Rp 9.000/liter , kualitas sedang Rp 10.000/liter dan untuk kualitas super Rp 11.500/liter . Ade yang dikenal dengan sebutan AD Beras , selain sebagai pedagang beras eceran , juga sebagai distributor untuk para pedagang beras di wilayah Sumedang dan Bandung . Dalam dua hari , dari kiosnya bisa terjual 10 ton beras yang berasal dari Indramayu , Subang dan Karawang.

Diakui Ade, stabilnya harga beras cukup menguntungkan pedagang. Harga yang stabil, modal untuk belanja terbawa stabil. Berbeda jika harga beras fluktuatif , setiap harinya pedagang harus menambah modal. ” Sebab, harga jual dari petani setiap harinya berubah-ubah,” ungkap Ade , Selasa (1/8/17).

Terkait suplai beras, lanjut Ade, sedikit agak tersendat. bukan berarti ada kelangkaan. Tapi karena para petani menjual berasnya ke Bulog.

”Kalau beras mah banyak, cuma kadang suplai dari bandar ke pedagang tersendat. Karena, beras banyak dibeli oleh Bulog,” ujarnya.

Tingkat pedagang eceran
Rata-rata harga beras pada pedagang eceran di wilayah Kota /Kabupaten Bandung , beras jenis Mentik Wangi dijual Rp 13.000 /kilogram , Pandan Wangi Rp 12.000 – 12.500/kilogram , Setra Ramos Rp 10.500/kilogram , beras Sumedang Rp 10.200/kilogram, beras Seragen Rp 9.200 – Rp 10.000/kilogram , beras merah Rp 15.000/kilogram , ketan putih Rp 15.000/kilogram.” Memang , harga berasa dalam beberapa bulan terakhir ini cukup stabil,” ucap H.Zaenudin , pedagang beras “Sindangjaya” Bandung timur .

Sementara itu pada bulan Juni 2017 harga jual gabah , seperti Gabah Kering Panen di tingkat petani Jawa Barat , rata-rata Rp 4.528,95/kilogram , turun sekira 0,61% dari harga pada bulan sebelumnya (Rp 4.556,57/kg). Gabah Kering Giling ,naik 0,23% dari Rp 5.038,57/kilogram menjadi Rp 5.050,00/kilogram , Gabah Kualitas Rendah , turun 2,36% dari Rp 3.692,31/kilogram menjadi Rp 3.605,33/kilogram.

Kemudian, masih pada bulan Juli 2017 harga beras di tingkat penggilingan rata-rata terjual seharga Rp 9.591,31/kilogram, terdapat kenaikan sekira 0,06% dibanding Juni 2017 seharga Rp 9.585,76/kilogram. Untuk harga jual berdasar patahan (broken) beras, beras kualitas premium turun sekira 0,69% , dari Rp 10.200, 77/ kilogram menjadi Rp 10.130,36 /kilogram .

Kualitas medium , turun 0,24% , semula Rp 9.265,00 /kilogram menjadi Rp 9.242,47 /kilogram . Sedangkan beras kualitas rendah mengalami kenaikan 3,17% . dari Rp 8.484,62 /kilogram menjadi Rp 8.753,57 /kilogram.

Kepala BPS Jawa Barat , Ir.Dody Herlando ,M.Econ dalam keterangannya di kantor BPS Jabar Jl. PH. Mustopa, Selasa (1/8/17) mengatakan, transaksi GKP pada bulan Juli 2017 di tingkat penggilingan rata-rata Rp 5.186,00/kilogram .

Harga jual GKG terendah di penggilingan Rp 4.900,00/kilogram , terjadi di wilayah Kab.Sumedang. Harga jual GKG tertinggi di tingkat penggilingan Rp 5.800,00/kilogram terjadi di Kab.Bandung. Untuk Gabah Kualitas Rendah di tingkat petani , terjual Rp 3.000,00/kilogram , terjadi di wilayah Kab.Bogor.

Di Kab.Sukabumi , Gabah Kualitas Rendah tertinggi dijual Rp 3.900,00/kilogram. ”Sepanjang Juli 2016 sampai Juli 2017, penurunan harga beras , biasa terjadi pada bulan Agustus, November, Desember 2016 dan Maret, April , Juni 2017,” ujar Dody mengenai penurunan harga beras.
(E-010/B-003) ***