Laju Inflasi Jabar 2,75%, Kelompok Makanan Pemicu Terbesar

313

BISNIS BANDUNG – Laju inflasi di Jawa Barat Januari – Juli 2017 mencapai 2,75% . Sedangkan laju inflasi dari tahun ke tahun (Juli 2016 – Juli 2017) 3,83% . Dari tujuh kelompok pengeluaran , kelompok makanan jadi , sebagai pemicu terbesar terjadinya inflasi.

BPS Jabar awal bulan Agustus 2017 merilis, pemicu terjadinya inflasi , selain makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,71%) , juga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,10%) , kelompok sandang (0,25%), kelompok kesehatan (0,06%) dan kelompok pendidikan (0,45%). Sementara kelompok bahan makanan mengalami deflasi (0,30%) dan kelompok transpor , komunikasi dan jasa keuangan (0,69%).

Di samping itu, pada Juli 2017 terdapat empat kota di Jabar yang dilanda inflasi, masing-masing Kota Bogor (0,14%), Kota Cirebon (0,94%) , Kota Depok (0,38%) dan Kota Tasikmalaya (0,03%). Sementara tiga kota lain mengalami def­lasi, yakni Kota Sukabumi (0,17%), Kota Bandung (0,27%) dan Kota Bekasi (0,14%).
Berdasar Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menjadi pemicu inflasi selama dua belas bulan terakhir yang dirilis BPS , terjadi inflasi 3,83% .

Pemicu tertinggi berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (5,21%) , di­susul kelompok makanan jadi, kesehatan, transpor , kelompok sandang dan kelompok pendidikan.

Data inflasi yang terjadi tahun 2013 – 2017 yang diperoleh BB , inflasi tertinggi terjadi pada tahun 2013, mencapai 8,29% , terendah terjadi pada tahun 2015 , yakni 1,53% . Tahun 2014 sebesar 2,64% tahun 2016 sebesar 1,69% dan 2017 (2,75%).

Pendorong terjadinya inflasi/deflasi pada Juli 2017, tidak terlepas dari pengaruh kenaikan harga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan/penurunan, dan menjadi pemicu inflasi/deflasi cukup signifikam (B-003) ***