Triwulan II 2017 Lima Negara PMA, Investasikan Modal Rp 170 Triliun

386

BISNIS BANDUNG – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan kedua (periode April-Juni) tahun 2017 sebesar Rp 170,9 triliun, meningkat 12,7% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 151,6 triliun. Realisasi investasi tersebut menye- rap 345.000 tenaga kerja.

Kepala BKPM, Thomas Lembong dalam keterangannya menyebutkan, capaian realisasi investasi triwulan kedua tersebut memberikan harapan untuk mencapai target realisasi investasi tahun 2017 yang ditetapkan Rp 678,8 triliun.

Menurut BKPM , realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) yakni: DKI Jakarta (Rp 24,8 triliun, 14,5%); Jawa Barat (Rp 24,8 triliun, 14,5%); Jawa Timur (Rp 21,3 triliun, 12,5%); Banten (Rp 11,5 triliun, 6,7%) dan Sumatera Selatan (Rp 10,6 triliun, 6,2%).

Sedangkan realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Pertambangan (Rp 20,8 triliun, 12,2%) , Listrik, Gas dan Air (Rp 19,0 triliun, 11,1%) , Industri Makanan (Rp 18,9 triliun, 11,1%) , Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 17,5 triliun, 10,2%) , dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (Rp 12,8 triliun, 7,5%).

”Negara PMA terbesar , yakni Singapura (US$ 1,6 miliar, 19,5%) , Jepang (US$ 1,4 miliar, 17,5%) , Tiongkok (US$ 1,3 miliar, 16,4%) , Hongkong (US$ 0,6 miliar, 7,5%) dan Korea Selatan (US$ 0,5 miliar, 5,8 %) ,” ungkap Thomas menjelaskan negara investor terbesar di Indonesia pada konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, baru-baru ini.

Dikemukakan Thomas , dalam rangka mempercepat realisasi investasi proyek-proyek PMA/PMDN, pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang diharapkan implementasinya akan semakin dapat dirasakan oleh kala­ngan dunia usaha dalam rangka kemudahan, percepatan dan kepastian perizinan investasi, serta percepatan penyelesaian permasalahan investasi yang dihadapi oleh perusahaan. Pada akhirnya jhal itu dapat meningkatkan realisasi investasi.

Selama Triwulan II tahun 2017, realisasi PMDN Rp 61,0 triliun, naik 16,9% dari Rp 52,2 triliun pada periode yang sama tahun 2016 dan PMA Rp 109,9 triliun, naik 10,6% dari Rp 99,4 triliun pada periode yang sama tahun 2016.

Tenaga kerja
Thomas Lembong mempertegas kembali tentang peningkatan sebaran investasi di luar Jawa. Menurutnya , sebaran investasi di luar Jawa semakin meningkat, menjadi Rp 79,7 triliun atau setara dengan 46,6% dari total investasi (dibanding Triwulan II tahun 2016 yang hanya sebesar 45,9%). Realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 91,2 triliun (53,4%).

Realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) yakni: DKI Jakarta (Rp 24,8 triliun, 14,5%); Jawa Barat (Rp 24,8 triliun, 14,5%); Jawa Timur (Rp 21,3 triliun, 12,5%); Banten (Rp 11,5 triliun, 6,7%) dan Sumatera Selatan (Rp 10,6 triliun, 6,2%).

Sementara realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Pertambangan (Rp 20,8 triliun, 12,2%) , Listrik, Gas dan Air (Rp 19,0 triliun, 11,1%) , Industri Makanan (Rp 18,9 triliun, 11,1%) , Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 17,5 triliun, 10,2%) , dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (Rp 12,8 triliun, 7,5%).

Terkait penyerapan tenaga kerja, Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menjelaskan, realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan II tahun 2017 mencapai 345.323 orang dengan rincian sebanyak 104.255 orang pada proyek PMDN dan sebanyak 241.068 orang pada proyek PMA.

”Capaian realisasi penyerapan tenaga kerja ini merupakan tambahan tenaga kerja yang dapat diserap oleh kegiatan investasi yang terealisasi pada periode Triwulan II tahun 2017 ini. Angka capaian serapan tenaga kerja yang positif mampu mendorong upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya. (B-003) ***