Garap Properti, Startup ini Incar Proyek Rp 1 Miliar

255

MEMILIKI hunian nyaman dan modern, tentu menjadi impian semua orang. Tetapi, untuk mewujudkannya kerap kali terkendala sulitnya mencari tukang bangunan yang dapat dipercaya untuk menangani proses pembangunannya.

Untuk itu berdirilah Mitrarenov.com pada akhir 2015 oleh Andrian Eka Putra dan Aria Perbancana. Perusahaan rintisan (startup) ini mencoba mengatasi kendala dengan teknologi digital.

Selain itu, startup ini dinilai mampu mengatasi minimnya pengetahuan untuk membuat rencana anggaran biaya (RAB) yang selalu menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat perkotaan.

Menurut Co-Founder dan CEO, Andrian Eka Putra, pihaknya mampu menangani kebutuhan pembangunan dan perbaikan rumah dari hulu hingga ke hilir.

Pria yang sudah lama terjun di industri konstruksi dengan latar belakang keuangan itu melanjutkan, melalui aplikasinya, pemilik properti bisa terus memonitor proses pembangunan properti hingga sesuai dengan keinginan di sela kesibukan sehari-hari.

Menariknya lagi, seluruh progres pekerjaan yang disebutkan tesebut dapat dimonitor lewat ponsel de­ngan hanya memasukkan user ID dan password.

”Kami juga dapat membantu proses KPR dengan bank rekanan. Tambahan layanan ini kami lakukan dengan gratis,” kata Andrian.

Sementara itu, Aria, yang berpengalaman sebagai arsitek dan dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta ini menambahkan, dalam tahap awal ope- rasinya, nilai proyek yang ditangani antara Rp200 juta hingga Rp500 juta dalam bentuk rumah tinggal, rumah toko (ruko) atau kost-kostan.

”Target kami tahun ini melayani 20 klien seputaran Jabodetabek dengan transaksi Rp1 miliar per bulan. Sampai saat ini, dikelola menggunakan dana internal dan belum berpikir untuk menggandeng pemodal besar (venture capital) maupun tambahan pendanaan dari pihak lain,” ungkap Aria.

Namun begitu, para pendiri perusahaan menyatakan terbuka bila ada pihak lain yang tertarik menjadi pemodal untuk mengakselerasi bisnis yang sedang dilakoninya.

Sebab, keduanya meyakini dapat digunakan bukan hanya di Jabodetabek, tetapi juga seluruh Indonesia. “Bahkan, tidak menutup kemungkinan kami akan memperluas ke pasar internasional,” tutur dia. (C-003/asp)***