Rp 6 Miliar untuk Startup Kuliner & Game Digital

213

BADAN Ekonomi Kreatif atau Bekraf menyampaikan pemerintah siap menyuntikkan dana bantuan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di sektor kuliner, aplikasi digital, dan pengembang game. Total anggaran yang akan dihibahkan tersebut sebesar Rp6 miliar dan disalurkan melalui program Bantuan Insentif Pemerintah atau BIP.

Deputi Bidang Akses Permodalan Bekraf Fa­djar Hutomo menuturkan, nilai bantuan tersebut telah mengalami penurunan, dari yang semula Rp10,8 miliar. Alasannya karena adanya efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

“Total anggaran dipotong untuk efisiensi, karena memang diambil dari APBN 2017. Program (BIP) ini kan sudah dianggarkan sejak pelaksanaan awal tahun, sedangkan program yang baru dilaksanakan pada tahun pertama ini. Tujuannya yaitu memberi pendanaan kepada perusahaan rintisan yang belum memiliki aset yang besar,” ujar Fadjar.

BIP merupakan skema bantuan penyaluran modal non-perbankan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif yang difasilitasi Bekraf. Wujudnya yakni berupa penambahan modal kerja dan investasi aktiva tetap. Fasilitas ini diharapkan bisa membantu pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis maupun produksinya.

Fadjar menyebutkan, satu penerima dana hibah akan disokong maksimal Rp200 juta, atau sesuai kebutuhan masing-masing. Sampai saat ini, program bantuan tersebut masih diberikan untuk dua subsektor ekonomi kreatif, yakni kuliner dan aplikasi game digital. Namun untuk ke depannya, Bekraf akan mengembangkan ke subsektor lainnya.

“Subsektor kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan masih menjadi tiga subsektor unggulan Bekraf. Kalau seperti film, aplikasi digital dan game, musik, ini jadi subsektor prioritas.

Pemilihan kuliner dan aplikasi digital dan game didasarkan pada kategori subsektor unggulan dan prioritas yang kami kelompokkan,” papar Fadjar. (C-003)***