Tak Ada lagi Orang Miskin di Dunia

234

Oleh Hj. Netty S. Hasandinata

SAMPAI Maret 2017, penduduk  miskin di Indonesia berjumlah 22,77 juta orang atau sekira 10,64 persen dari jumlah penduiduk. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) menentukan target angka kemiskinan 0 persen pada tahun 2030. Target itu bukan hanya untuk Indonesia tetapi di seluruh dunia. Artinya mulai tahun 2030, di dunia tidak ada lagi orang miskin.Ke mana pun kita pergi tiak akan menemukan orang susah. Semua penghuni planet fana ini hanyalah orang-orang berkecukupan.

Tahun 2030 itu hanya kurang dari 13 tahun  lagi. Mampukah semua negara, khsusunya negara berkembang seperti Indonesia, mengubah angka 22,77 juta menjadi kosong dalam tenggat waktu  13 tahun?  Indonesia harus mampu menurunkan angka kemiskinan 2 – 2,4 juta orang pertahun. Kita juga harus berhitung lebih akurat laju pertumbuhan angka jumlah penduduk. Tampaknya amat berat. Indonesia baru mampu menurunkan angka kemiskinan rata-rata kurang dari satu juta orang pertahun. Namun menurut perhitungtan Ketua Bappenas, Indonesia pada kurun 10 tahun terakhir ini mampu menurunkan angka kemiskinan dari 15 persen menjadi 10 persen. Menurut Bambang PS Brojonegoro, bukan mustahil, target tahun 2030 itu dapat tercapai.”Tinggal bagaimana kita membuat program yang tepat,” katanya kepada pers di Jakarta, Senin lalu.

Optimisme itu muncul karena Indonesia tidak sendiri dalam melaksanakan upaya pengentasan kemiskinan tersebut. SDGs merupakan agenda pembangunan yang disepakati 193 negara anggota PBB. Agenda itu dimulai tahun 2016. Pemerintah, dalam hal ini Kepala Bappenas, berkeyakinan target itu akan tercapai. ”Kuncinya pada program pengentasan kemiskinan yang tepat,” katanya. Bambang juga mengatakan, kita harus mampu mengarahkan bantuan agar tepat sasaran untuk menggantikan subsidi harga. Dengan demikian kemiskinan akan cepat berkurang.

Tampaknya pemerintah Jokowi-JK serius  mengejar target tahun 2030 itu. Tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs menyiratkan, Presiden ingin terjun dan memimpin langsung dalam mengawal program itu di lapangan. Hampir semua pemangku kepentingan, khususnya para menteri, membuat rancangan internal yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Menteri Koordionator Perekonomian, Darmin Nasution menyampaikan gagasan, pembentukan kemitraan strategis. Model bisnis kluster merupakan salah satu cara menurunkan angka kemiskinan. Cara lain yang digagas pemerintah, ialah pelaksanaan program reforma agraris. Program itu antara lain dengan cara memberikan hak pengelolaan 12,7 juta hektar lahan kehutanan untuk rakyat, terutama yang kini tinggal di kawasan kehutanan (KOMPAS 31/7).