Enduro Racing Pangalengan, Berkompetisi pada Jalur Berlumpur 1,5 Kilometer

404

Kegiatan seru dan juga semarak, berhasil digelar oleh komunitas B-TRAB (Brother Trail Adventure Bandung) bersama PARAT atau yang lebih akrab dikenal dengan Pangalengan  Adventure Trail . Komunitas otomotif asal Bandung selatan ini , menggelar ajang balap Enduro yang  di gelar di Sirkuit Granat Pusdik Secata TNI-AD Pangalengan Kabupaten Bandung, Sabtu-Minggu, (29-30/7) dinilai sukses.

“Balap Enduro memang mempunyai potensi berkembang dan semakin diminati para ditracker mania. Sejak tahun 2013 hingga tahun 2017 ini  sudah berapa banyak perhelatan Enduro yang berhasil digelar di Jawa Barat dan dibanjiri oleh sejumlah peserta yang  membludak. Kegiatan balap Enduro ini tak lepas dari sisi pembinaan,”ujar  H. Sobur, Ketua Pangalengan Adventure Trail.

Perhelatan Enduro Racing 2017, diikuti oleh sebanyak 350 starter yang mengikuti  beberapa kategori lomba, sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang digunakan peserta. Jumlah peserta yang cukup membludak diakui panitia, diluar prediksi pihak penyelenggara. Para enduro mania terbagi ke dalam 14 kategori kelas yang dihelat pada kejuaraan  yang berlangsung selama dua hari.

Event yang bertajuk Enduro Racing Pangalengan ini, membuka beberapa kelas bergengsi mulai dari Build Up, FFA, kelas hobby Open,  Lokal Pangalengan, Matic, dan kelas khusus Tradul.

Seluruh peserta Enduro secara bergiliran menjalani setiap race-nya, dengan durasi waktu yang telah ditentukan oleh panitia. Setiap kelas diberikan durasi perlombaan yang berbeda-beda.

Mereka beradu kepiawaian menaklukan sirkuit Granat sepanjang  1,5 kilometer yang dibuat sesuai dengan kontur alami yang ada di kawasan tersebut. Trek sengaja diracik dengan Handycap yang cukup bervariasi serta  extreme, mulai dari tanjakan, turunan tajam, dan juga disertai adanya rintangan berupa batang kayu,  ban,  juga  kubangan air serta lumpur yang sangat pekat dan licin. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh offroader saat beradu kecepatan.

Jatuh bangun para enduro racer ketika beradu kecepatan, sudah menjadi pemandangan yang lazim. Mereka harus beruji baku ketika melewati rintangan yang sangat menyulitkan. Kru lapangan setiap pembalap  mempunyai peran yang sangat besar. Mereka selalu siap membantu para pembalapnya yang menemui kesulitan, bahkan ketika terjatuh. Kunci dari balapan enduro itu selain skill dan ketahanan fisik yang prima, performa kendaraan yang sempurna menjadi faktor penting yang sangat menentukan.

Dena Marda selaku koordinator sirkuit mengatakan, regulasi baku balap enduro tak kunjung muncul. Namun hal itu tak membuat kejuaraan enduro semrawut dan tak berjalan mulus. Kegiatan balap Enduro Racing Pangalengan ini dirancang sedemikian rupa sesuai ketentuan dan persyaratan lomba yang   ketat, serta tetap mengutamakan faktor safety dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kesuksesan penyelenggaran yang telah diraih oleh komunitas B-Trab bersama Parat dalam penyelenggaraan balap enduro ini, bukan berarti tanpa perlu evaluasi.

“Kami justru terus bersemangat untuk melakukan seluruh perbaikan dan masukan dari pihak lain, untuk bisa menjadikan kegiatan ini menjadi agenda rutin yang akan kembali digelar. Selain itu, sisi hobi, serta nilai silaturahmi antar komunitas dan kegembiraan saat berkompetisi menjadi nilai positif yang dapat diraih,”kata H. Ayi, Ketua B-Trab. (E-002)***