Vaksin Campak Rubella, Tindakan Pencegahan

588

BISNIS BANDUNG- DPRD Jabar mendukung pencanangkan kampanye vaksin Measles Rubella (MR) untuk menangkal campak dan rubella oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dinilai penting demi kebaikan aspek kesehatan anak-anak.

Vaksinasi campak-rubella ini adalah tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah. Tujuannya agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa bisa berkembang dengan sehat.

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengimbau kepada orang tua agar tidak perlu khawatir atau cemas terkait terkait imunisasi campak rubella dengan vaksin measless rubella (MR) bagi anak anak. “Untuk para orang tua ikuti saja program pemerintah ini karena tidak mungkin pemerintah mencelakakan, pasti tujuannya melindungi,” katanya , pekan ini.

Selama ini banyak orang tua yang khawatir jika anaknya divaksinasi. Hal itu dikarenakan minimnya informasi yang diperoleh masyarakat. “Saya yakin pemda baik provinsi atau kabupaten/kota gencar melakukan sosialisasi secara intens kepada masyarakat untuk meyakinkan agar anaknya mendapatkan vaksin MR ini,” katanya.

Menurut catatan BB, cacat akibat sindroma rubella kongenital yang disebabkan penyakit rubella biasanya menyerang anak. Tapi penularannya bisa terjadi pada ibu hamil di trimester pertama. Ini dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.
Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Kecacatan yang terjadi meliputi kelainan pada jantung dan mata, tuli, dan tumbuh kembang lambat.

Serupa dengan rubella, campak yang juga penyakit infeksi menular melalui saluran napas–dapat menyebabkan komplikasi kronis seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, dan kematian, menurut berita pers Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, ditulis Selasa (1/8/2017).

Untuk mencegah kedua penyakit ini, ada kampanye imunisasi dengan vaksin Measles Rubella (MR) Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus-September 2017 di seluruh wilayah di pulau Jawa.
Pada Agustus-September 2018 akan dilaksanakan di seluruh wilayah di luar pulau Jawa. Pada tahun ini, kampanye dilakukan di sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 puskesmas dengan menyasar 34.964.384 anak.

Demi menyukseskan kampanye vaksin MR, Kementerian Kesehatan menyediakan 4.777.150 vial vaksin MR, alat suntik, dan logistik pendukungnya, seperti buku Petunjuk Teknis pelaksanaan, materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). (B-002)***