Kunci Menghilangkan Kesenjangan Sosial

313

MENTERI Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, industri manufaktur merupakan salah satu kunci menghilangkan kesenjangan sosial di Tanah Air. Sayangnya, saat ini Indonesia belum berhasil mengembangkan industri berbasis manufaktur, sehingga kesenjangan sosial masih tetap menghantui negeri ini.

Darmin menuturkan, industri manufaktur menjadi kunci untuk menghilangkan kesenjangan di Indonesia karena sektor tersebut mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, sektor tersebut menjanjikan penghasilan yang cukup baik.

“Sebetulnya data terakhir (kesenjangan) itu ada sedikit perbaikan, walau tidak banyak. Selama kita enggak bisa menyelesaikan dan mengembangkan itu, selama itu kesenjangannya sulit untuk membaik. Setelah pembangunan infrastruktur, mau tidak mau harus disusul dengan pembangunan sektor industri manufaktur,” katanya di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Menurut eks Gubernur BI ini, meski Indonesia telah masuk dalam pengaruh dan perkembangan ekonomi digital, namun industri manufaktur tetap menjadi kunci pengentasan kesenjangan sosial. Sebab, industri manufaktur memiliki produktivitas yang relatif tinggi.

Mantan Dirjen Pajak ini menuturkan, sejak dulu pemerintah selalu beralasan infrastruktur di Tanah Air belum baik sehingga belum saatnya mengembangkan industri manufaktur.

Sekarang ini, meskipun infrastruktur belum sepenuhnya selesai, namun sudah mulai membaik. Karena itu tidak ada alasan untuk tidak segera mengembangkan industri manufaktur.

“Karena sebetulnya pada saat infrastruktur mulai dibangun kita sudah harus siap-siap untuk mengembangkan industri manufaktur,” imbuh dia.

Saat ini, sambung Darmin, pertumbuhan sektor manufaktur tidak lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Untuk mencapai tujuan mengatasi kesenjangan sosial, maka pertumbuhannya harus berbalik di mana sektor manufaktur harus lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi.

“Nah, supaya dia lebih tinggi pertumbuhannya, setelah kita membangun infrastruktur kemudian deregulasi. Sebenarnya arahnya itu mau ke situ (membangun industri manufaktur),“ pungkasnya. (C-003/Syaerin/net)***