Mengintip Keindahan Wisata Berlian di Kota Bandung

373

KOTA Bandung selalu menjadi magnet bagi wisatawan. Bahkan, daya tarik kota kembang ini tidak pernah habis dengan segala inovasi. Dengan julukan kota kreatif, kali ini Bandung memiliki tujuan wisata baru, yakni wisata berlian.

Berwisata ke alam bebas, kuliner, fasyen, atau religi mungkin sudah biasa dilakukan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung, tetapi bagaimana de­ngan berwisata melihat berlian.

Batu permata yang harganya cukup fantastis ini bisa dilihat secara langsung. Bahkan, pengunjung dapat mempelajari bagaimana batu permata itu menjadi sebuah perhiasan.

Penasaran? Jika akhir pekan ini Anda berada di Kota Bandung, silakan mampir ke wisata berlian di Indo Wisata Permata (IWP), Kompleks Citra Green, Dago Blok N No1-10.

Di tempat ini, khususnya warga yang memiliki kecintaan terhadap batu permata berlian dapat melihat keindahan perhiasan tersebut. Bahkan, bisa da­pat melihat langsung proses pembuatan berlian dari sebongkah batu hingga menjadi nilai jual yang cukup tinggi.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat Cecep Rukmana berharap lokasi tersebut dapat menjadi salah satu destinasi baru kunjungan wisatawan di Kota Bandung. Tidak hanya itu, dia berharap manajemen IWP dapat membuat kalender even kunjungan wisata nasional dan mancanegara, khusus tentang batu permata.

”Apalagi ini klaimnya yang pertama di Indonesia dan Asia. Tentunya harus menjadi lokasi alternatif bagi wisatawan khususnya para pencinta perhiasan, berlian,” kata Cecep dalam diskusi Pengembangan Objek Wisata Baru di Kota Bandung.

Dia menyebutkan, lokasi wisata perhiasan ini tentu akan menarik wisatawan dari kelas atas. Namun, pe­ngelola harus terus meningkatkan promosi agar para wisatawan dari luar daerah mengetahui lokasi ini.

”Saya di BPPD Jabar akan mendukung lokasi wisata ini. Sebab, ini menarik. Selama ini, wisata yang ada seperti kuliner, alam, dan lainnya masuk dalam segmen murah-meriah. Tapi, ini berbeda, jadi promosinya juga harus berbeda,” ujar dia.

Sementara itu, General Manager Yudi Parulian m­e -ngatakan kemasan wisata permata ini dibangun de­ngan tujuan agar masyarakat umum bisa lebih mengenal berlian dan proses pembuatannya.

Menurut dia, batu berlian yang diolah di lokasi ini berasal dari Tanah Air dan kualitasnya menjadi salah satu yang terbaik di dunia. “Berlian dari Bumi Nusantara adalah yang terbaik di dunia, di samping negara Afrika Selatan, jika dikelola dengan teknologi yang baik dan benar,” kata Yudi.

Dia mengungkapkan, selama ini proses pembuatan berlian dari material awal berlian, tidak pernah terbuka atau diperlihatkan kepada masyarakat. Dapur cara pengolahan berlian, benar-benar tertutup.

“Konsumen pun kerap disuguhkan berlian dalam etalase siap pakai. Produsen biasanya hanya menyuguhkan proses akhir pemolesan. Sehingga konsumen yang membeli dengan harga tinggi namun tidak sesuai kualitas,” tandas Yudi.

Nah, hadirnya IWP, kata dia, ingin memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang bagaimana sebenarnya sebuah batu intan (rough diamond) diolah secara baik dan benar sehingga menghasilkan kualitas terbaik dengan teknologi laser.

“Di sisi lain, Indonesia yang memiliki sumber alam penghasil batu berlian di Kalimatan, secara kualitas terbaik di dunia. Namun karena proses pembuatan para perajin berlian masih tradisional, sampai kini tetap tidak pernah menghasilkan berlian kualitas excellent,” terangnya.

Yudi mengatakan, saat ini hanya negara Afrika Selatan sebagai penghasil batu permata jenis berlian terbanyak di dunia. Jumlahnya berton-ton dan sebagian besar diolah di Kota Surat, India. Permata asal Indonesia kalah dalam jumlah kuantitas produksi, namun memiliki kualitas terbaik di dunia.

“Edukasi ini kami lakukan agar masyarakat tidak asal beli saja dengan harga mahal. Di sini pula, pe­ngunjung bisa melihat proses awal dari pemotongan batu permata hingga jadi berlian kualitas excelent de­ngan mesin laser tercanggih saat ini,” paparnya. (C-003/Syaerin/net)***