Anak Nelayan Lolos Penerimaan Calon Bintara

83

Pengumuman penetapan kelulusan penerimaan brigadir polisi republik Indonesia diwarnai isak tangis keluarga, dan disambut haru seorang anak nelayan asal Pangandaran. Dalam penetapan kelulusan, seratus delapan puluh sembilan calon bintara polisi dinyatakan tidak terpilih, karena kuota penerimaan hanya tujuh ratus sebelas orang. Guna membangkitkan semangat, tim psikologis polda jabar melakukan terapi psikologi pada peserta yang tidak tepilih.

Isak tangis keluarga dan calon bintara polisi pecah, saat pengumuman penetapan kelulusan penerimaan bintara polisi Republik Indonesia, di sekolah polisi negara. Tak terkecuali, kegembiraan dan keharuan pun dirasakan seorang anak nelayan asal Pangandaran, yang lolos dalam penerimaan bintara polisi tersebut.

Pria bernama Syarif Ali munandar tersebut, merasa bangga. kendati orang tuanya seorang nelayan, dirinya berhasil lolos dalam penerimaan bintara polisi. Meski dalam penerimaan tersebut, Syarif mendapat rangking seratus 6 puluh dari 9 ratus calon siswa, hasil yang didapat merupakan buntut perjuangan panjang.

Dari 917 peserta yang ikut seleksi di tingkat polda jabar, yang lulus hanya 9 ratus orang. Sedangkan 17 orang dinyatakan tidak lulus tes. kuota yang dibutuhkan hanya 711 orang, terdiri dari 648 pria, 35 polwan, 26 bintara, dan 2 musik. 189 orang dinyatakan lulus secara tes, namun karena kuota sudah lebih, dinyatakan tidak terpilih setelah melalui tahap seleksi berdasarkan nilai tes. Wakapolda Jabar, brigjen pol supratman, menyatakan bangga, karena yang mendapat peringkat dan rangking terbaik dari kalangan masyarakat bawah.

Para peserta yang tidak lolos dalam penerimaan bintara polisi, mengikuti terapi psikologi yang juga diikuti orang tua mereka. Setelah mengikuti terapi psikologis, peserta kembali tersenyum, dan pulang ke tempat masing-masing.

Algi Muhammad Gifari, BandungTV.