Daya Beli Masyarakat yang Misterius

187

Oleh: YAYAT HENDAYANA

DAYA beli masyarakat Indonesia itu misterius. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bapenas, Bambang Brodjonegoro. Padahal, masih kata Bambang, persoalan daya beli masyarakat kita sedang merupakan perbincangan yang ramai. Menteri mengutarakan hal itu karena bukti-bukti menunjukkan bahwa transaksi perdagangan di masyarakat cukup tinggi. Data perkembangan ekonomi kita pada tahun 2017 menunjukkan kecenderungan yang bagus. Penerimaan negara dari sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) meningkat cukup signifikan.

Penerimaan PPN tentu tidak bersumber dari ekspor, karena berdasarkan kebijakan pemerintah, perdagangan ekspor itu tidak dikenai pajak. Kebijakan itu ditempuh oleh pemerintah tentu saja dengan tujuan menggairahkan kegiatan ekspor produksi kita ke luar negeri. Penerimaan pemerintah dari sektor PPN meningkat, sumbernya tentu saja adalah transaksi perdagangan yang berlangsung di masyarakat. MenurutĀ  Bambang, data Lembaga Pusat Statistik (LPS) anggota masyarakat pemilik rekening justru meningkat tajam.

Misterius itu artinya susah ditebak. Daya beli masyarakat Indonesia misterius, itu berarti kondisi daya beli masyarakat kita susah ditebak. Menteri Perencanaan Pembangunan/Ketua Bapenas itu tak bisa menarik kesimpulan apakah daya beli masyarakat kita rendah atau tidak. Menurut Menteri, alih-alih diduga daya beli rendah, nyatanya transaksi perdagangan di masyarakat cukup tinggi, sehingga penerimaan negara dari sektor PPN pun meningkat tajam.