Penggunaan Bahasa Negara di Ruang Publik sebagai Identitas Negara

116

Rangkaian sosialisasi pemartabatan bahasa negara di ruang publik yang digagas oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menyambangi wilayah Kota Bogor. Dihadiri 100 peserta yang dihelat 3 Agustus 2017. Para peserta datang dari berbagai institusi, mulai dari pelaku bisnis pariwisata,pemerintahan daerah, pelaku bisnis kesehatan serta pelaku di industri perdagangan dan perindustrian.

Kegiatan dilakukan dimulai pagi hari dengan materi dari Balai Bahasa tentang berbagai penggunaan bahasa negara di ruang publik khususnya di wilayah kota Bogor.

Tidak jauh berbeda dengan kota dan kabupaten lain di wilayah Jawa Barat, di wilayah Kota Bogor penggunaan bahasa negara masih ada pelanggaran, terutama terjadi pada penamaan petunjuk yang kerap kali masih menggunakan bahasa asing.Padahal makna dari bahasa asing yang digunakan telah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

Kecenderungan pelanggaran ini merupakan gejala yang mengkhawatirkan. Sebagai mana diketahui kompleksitas dan perkembangan sebuah daerah sangat mempengaruhi pelanggaran penggunaan bahasa negara.

Pada kesempatan kali ini Walikota Bogor Bima Arya dalam sambutannya menekankan pentingnya penggunaan bahasa negara diruang publik. Penggunaan bahasa negara di ruang publik ini merupakan salah satu bentuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa negara yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Pemerintah Kota Bogor menyambut baik adanya kegiatan sosialisasi pemartabatan bahasa negara di ruang publik.Sebagai bentuk kontribusinya pemerintah Kota Bogor akan membuat Perwal tentang penggunaan bahasa negara di ruang publik.Hal ini menjadikan Kota Bogor sebagai proyek percontohan kebijakan pemerintah yang mengatur penggunaan bahasa negara di ruang publik.

Setiap tahunnya agenda rutin penyelenggaraan sosialisasi ini dilakukan di beberapa daerah kabupaten/kota di Jawa Barat. Selepas pemberian materi serta melakukan pembahasan materi, dilakukan diskusi antara peserta dengan pemateri.

Dari hasil diskusi ini banyak sekali manfaat yang diambil oleh berbagai pihak, salah satunya perlu adanya peraturan perundangan baru selain yang sudah ada, untuk memberikan dampak nyata kearah perubahan yang lebih baik mengenai penggunaan bahasa negara di ruang publik.

Tujuan diselenggarakanya kegiatan lokakarya penggunaan bahasa di ruang publik ini untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia serta menimbulkan rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki bahasa bermartabat. (E-001) ***