Kebutuhan Hewan Qurban di Jabar Tiap Tahun Meningkat 10%

469

BISNIS BANDUNG — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan-DKPP Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika mengemukakan, estimasi ketersediaan hewan kurban di Jawa Barat tahun 2017/1438 Hijriyah 806.790 ekor,
Dengan perincian, kata Dewi , jumlah ternak sapi saat ini 115.911 ekor . Dari jumlah tersebut dipasok dari peternak Jawa Barat 28.164 ekor , perusahaan penggemukan sapi 47.954 ekor dan antar pulau 39.793 ekor. Kemudian, jumlah ternak kerbau 3.254 ekor, domba 596.360 ekor dan kambing 91.265 ekor. ”Jumlah ternak tersebut aman untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat,” ucap Dewi, Jumat (11/8/17) .

Dikemukakan Dewi, untuk hewan kurban di Jawa Barat , di antaranya dipasok dari luar Jawa Barat. Namun untuk ternak domba tidak ada yang dipasok dari luar Jawa Barat. Kecuali kambing, terutama ras Jawa Randu Jantan yang diminati oleh warga kabupaten/kota sekitar Jakarta, didatangkan dari luar. Sedangkan jenis sapi Bali jantan untuk hewan kurban, menurut Dewi ,didatangkan dari Bali, NTB dan NTT.

Merujuk kepada data DKPP Provinsi Jawa Barat, setiap tahunnya diperkirakan terdapat peningkatan kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat 10% dari tahun sebelumnya. Lebih lanjut dikatakan Dewi , kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat tahun 2017 diperkirakan sebanyak 272.449 ekor dengan perincian , sapi 83.706 ekor, kerbau 543 ekor, domba 152.922 ekor dan kambing 35.278 ekor.

Persyaratan syariat
Berdasarkan data yang masuk ke kabupaten/kota dalam tiga tahun terakhir yang dilaporkan ke provinsi , tahun 2014 sebanyak 254.708 ekor terdiri atas, sapi 64.272 ekor , kerbau 1.411 ekor, domba 158.632 ekor dan kambing 30.393 ekor. Tahun 2015 , turun 12,3% dibanding tahun 2014.

Tahun 2015 total sebanyak 223.375 ekor, sapi 61.365 ekor, kerbau 629 ekor, domba 125.720 ekor dan kambing 35.661 ekor . Kemudian pada tahun 2016 sebanyak 213.063 ekor ,turun 4,62% dibandingkan dengan tahun 2015, sapi 52.576 ekor, kerbau 857 ekor, domba 125.439 ekor dan kambing 34.191 ekor.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perta­nian Nomor 114/Permentan/PD. 410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, hewan kurban harus memenuhi persyaratan syariat Islam.

Dikemukakan Dewi , untuk pengawasan hewan kurban pada umumnya masih bersifat persuasif, kecuali jika terlihat tanda-tanda munculnya PHMS. Untuk hewan yang sehat tetapi tidak layak dijadikan hewan kurban, (misalnya terlalu muda), tidak diberikan tanda ”Sehat dan Layak” sebagai hewan kurban.

Hewan ditempatkan terpisah atau dikembalikan ke tempat atau daerah asal. Jika terlihat tanda-tanda munculnya PHMS, akan dilaksanakan tindakan sesuai dengan SOP.

Himbauan DKPP Provinsi Jawa Barat kepada kabupaten/kota , yakni menyediakan tempat-tempat khusus untuk menam -pung/menjual hewan kurban untuk memudahkan pengawasan. Membentuk tim khusus untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Memanfaatkan RPHR yang ada untuk dapat dipakai sebagai tempat menyembelih hewan kurban. Dapat melaporkan hasil pemeriksaan ante mortem dan post mortem hewan kurban tepat waktu, sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

Khusus untuk hewan kurban yang didatangkan dari daerah (provinsi lain) harus memiliki/disertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

Dewi mengimbau masyarakat , agar memperlakukan hewan kurban dengan baik untuk menjaga kesehatannya, menjaga higien personal, higien sanitasi dan kebersihan lingkungan pada saat melaksanakan penyembelihan hewan kurban. (E-018)**