5 Ciri Liburan Mewah Wisatawan Indonesia

465

WISATAWAN Indonesia semakin menggemari berwisata menggunakan kapal pesiar. Terbukti, jumlah wisatawan kapal pesiar Indonesia pada 2015 mencapai 1,9% dari total negara di Asia. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Kawasan Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik.

“Potensinya masih sangat besar,” papar Tawfik baru-baru ini di Jakarta.
Tawfik menilai, wisatawan Indonesia berbeda dengan wisatawan lainnya saat berlibur menggunakan kapal pesiar. Mereka memiliki karakteristik sendiri saat menikmati perjalanan menggunakan kapal mewah tersebut. Seperti apa? Berikut ulasannya.

1. Memilih perjalanan terdekat
Umumnya wisatawan Indonesia, termasuk mereka yang baru pertama kali menggunakan kapal pesiar akan memilih perjalanan terdekat yang tidak memakan waktu lama, seperti perjalanan ke negara-negara benua Asia.

2. Memilih durasi singkat
Wisatawan Indonesia cenderung memilih perjalanan dengan durasi singkat, yakni dua sampai tiga hari atau setengahnya empat sampai enam hari. Berdasarkan data Cruise Line International Association, hanya 19% wisatawan yang memilih perjalanan tujuh hingga 13 hari.

3. Rombongan
Wisatawan kapal pesiar Asia, termasuk Indonesia gemar berlibur secara berkelompok atau rombongan. Umumnya mereka berlibur dengan membawa keluarga besar atau sahabat.

4. Usia muda
Wisatawan kapal pesiar dari negara Barat didominasi oleh usia di atas 40 tahun. Sementara wisatawan Asia, lebih dari empat dari 10 penumpang Asia berusia di bawah 40 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh adanya budaya di setiap negara.
Orang Asia lebih suka menghabiskan waktu tuanya bersama keluarga, namun sebaliknya orang Barat menikmati hari tuanya dengan cara berlibur keliling dunia.

5. Suka kemewahan
Fasilitas duty free tak pernah lupa dijunjung oleh wisatawan Asia. Mereka berbelanja barang-barang mewah dengan brand ternama. (Syaerin/job)***