Darurat Narkoba ”Warning” bagi Semua Elemen Bangsa

241

BISNIS BANDUNG- Keberadaan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) ) Jawa Barat yang turut andil membantu pemerintah dalam memera­ngi bahaya narkoba sangat tepat. ”Saya berharap seluruh elemen bangsa juga berkiprah dan meng- apresiasinya langkah itu,” tutur Wakil Ketua DPRD Jabar, Haris Yuliana ketika menjadi narasumber pada seminar anti narkoba di Kota Bandung, pekan ini.

Ia menegaskan status darurat narkoba perlu dipahami sebagai warning atau peringatan bagi seluruh elemen bangsa. Karena dapat berdampak pada ketahanan sosial masyarakat dan sangat membahayakan keamanan negara.

“Paling penting dipahami bahwa kita sekarang mengalami darurat narkoba dan darurat teroris. Besarnya bahaya narkoba ini sudah kita lihat sa­ngat mengganggu pada ketahanan tatanan sosial dan ini berbahaya kepada tatanan keamanan negara” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Aisyah Tuti Handayani yang juga sebagain Ketua KNPI Jawa Barat, dan Ketua Baanar Nasional Iddy Muzayyad.

Dengan jumlah pertumbuhan peredaran yang terus menigkat dari tahun ke tahun, terhitung dari tahun 2016 peningkatan angka peredaran narkoba mencapai 40% dari tahun sebelumnya. Dan angka tersebut mungkin akan mengalami peningkatan pada tahun ini.

“Kita hari ini belum mampu menghilangkan kekuatan mafia narkoba di Indonesia, peredaran narkoba di Indonesia sangat dahsyat hampir 40% tahun 2016 dibanding tahun 2015, dan mungkin akan lebih besar lagi pertumbuhannya tahun 2017 ini” ujar Haris.

Dari angka tersebut ia menganggap bahwa hal tersebut adalah sebuah peringatan bagi bangsa ini. Ia berharap pemerintah dalam waktu dekat akan melahirkan Perpu terkait narkoba. “Ini adalah warning bagi kita, bahkan mungkin kita berpikir ada Perpu tentang narkoba akan bagus” tandasnya.

Sementara itu Ketua Baanar Jawa Barat Tatang Suhara mengatakan, pihaknya akan membantu pemerintah dalam memerangi peredaran dan bahaya narkoba sesuai dengan program kerja yang telah disiapkan oleh Baanar Jawa Barat. “Kita akan membantu pemerintah dalam segi pencegahan dan kita mempunyai program kerja terkait pencegahan, advokasi,” katanya.

Hadirnya Baanar memerangi narkoba sudah menjadi tradisi turun temurun. Selain melakukan pencegahan melalui sosialisasi-sosialisi di masyarakat, pendekatan yang dilakukan secara religi digunakan Baanar dalam merehabilitasi para pengguna zat haram tersebut. “Kita menggunakan besik pesantren untuk metode rehabilitasi, seperti yang sudah dilakukan di Pesantren Suryalaya Tasikmalaya,” ujarnya.

Tatang berharap, dalam usaha memerangi narkoba ini dapat dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.”Baanar hadir sebagai pelengkap lembaga-lembaga yang fokus dalam memerangi peredaran narkoba untuk secara bersama-sama memantau dan memutus peredaran narkoba di masyarakat,” ucapnya.. (B-002)***