GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) 2017, Kejar Perkembangan Industri Otomotif Global

1044

The 12th GAIKINDO International Auto Show (GIAC) yang berlangsung dari tanggal 10-20 Agustus 2017 di ICE BSD Tangerang, mengajak pelaku industri mengeksplorasi faktor keberhasilan industri mobil Indonesia untuk mengejar perkembangan industri otomotif global.

Diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, GIAC mengangkat tema yang selaras dengan tema pameran GIIAS 2017, yakni “Rise of The Future Mobility”. Melalui tema ini, GIAC berusaha untuk mengeksplorasi faktor-faktor kunci keberhasilan lebih lanjut untuk industri mobil Indonesia dalam mengejar perkembangan industri otomotif Global.

Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia membuka The 12th GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dengan memaparkan pentingnya perkembangan industri otomotif Indonesia, karena sektor ini mempunyai multiply effect terhadap industri dan sektor lainnya. Industri kendaraan sangat menentukan karena akan memberi dampak langsung dan berkelanjutan terhadap industri lainnya, sehingga apabila industri mobil di Indonesia terus berkembang akan ada sekian ratus ribu industri lainnya yang ikut berkembang. Selain itu akan  lebih banyak kesempatan lapangan kerja bagi jutaan orang.

Jusuf Kalla menekankan, pentingnya tenaga kerja manusia terhadap perkembangan industri kendaraan di Indonesia, “Setiap negara tentu memiliki pasar, lingkungan serta kondisi geografis yang khas, sehingga tidak semua mobil yang dijual di luar negeri sama dengan pasar di Indonesia. Salah satu tantangan yang terjadi di industri otomotif adalah persaingan tenaga manusia,  banyak negara maju seperti Jepang  menggunakan tenaga robot. Penggunaan robot pada industri otomotif tentu akan meningkatkan persaingan terhadap situasi saat ini. Jika menggunakan robot pemeliharaan tidak kembali ke industri, tetapi jika industri otomotif di Indonesia menggunakan tenaga kerja manusia, maka akan ada jutaan potensi pembeli mobil lainnya.

Dikemukakan Jusuf Kalla ,  perkembangan mobil listrik  merupakan suatu tantangan yang terjadi di industri otomotif  yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Untuk menghadapi tantangan tersebut Indonesia memerlukan tunjangan dari pemerintah dan Kementerian Perindustrian dalam memberikan kemudahan dan aturan-aturan yang baik terhadap mobil listrik. Saat ini pemerintah telah merencanakan program untuk menyediakan tenaga listrik, selanjutnya di setiap lima tahun pemerintah setidaknya akan membangun 35.000 megawatt , sehingga kelak tenaga listrik dapat memadai kebutuhan listrik bagi 400.000 mobil listrik yang ditargetkan akan diluncurkan pada tahun 2025.

Pemerintah siap meningkatkan dan mengerjakan infrastruktur dan teknologi dengan harapan dapat meningkatkan ekspor mobil. Upaya yang dilakukan saat ini dijelaskan Wapre , adalah  menyiapkan terminal mobil di Tanjung Priuk dan  terminal yang lebih besar lagi yang sedang dibangun di daerah Karawang. “Infrastruktur harus dipersiapkan terlebih dahulu sehingga ekspor mobil dapat ditingkatkan ,” tutur Wapres.

Sementara , Ketua Umum GAIKINDO , Yohanes Nangoi mengungkapkan harapannya pada penyelenggaraan The 12th GAIKINDO Intenational Auto Conference . “Kami berharap kegiatani dapat menjadikan industri otomotif Indonesia lebih kompetitif dan memberi kontribusi lebih terhadap perekonomian nasional,”ungkap Yohanes. Selain itu melalui penyelenggaraan GIAC bersama dengan pameran GIIAS 2017 yang berlangsung selama 11 hari dapat memberikan informasi terkini mengenai pengembangan teknologi  di pasar dan sektor otomotif Indonesia.

Nangoi menyebutkan, salah satu tantangan terbesar pada industri otomotif, adalah upaya mempertahankan ketersediaan energi berkelanjutan yang menjadi salah satu tantangan  berdampak pada industri otomotif. Karena konsumsi energi yang tinggi .

Menurut Ketua Umum GAIKINDO , sektor otomotif merupakan salah satu industri yang bergantung pada penggunaan bahan bakan dan menghasilkan polusi sehingga produsen mobil dihadapkan pada tantangan untuk menciptakan kendaraan efisien dan ramah lingkungan untuk menanggapi isu  global. Mengembangkan “kendaraan masa depan” , seperti kendaraan berbahan bakar gas, kendaraan hybrid, listrik , bahkan kendaraan berbahan bakar hidrogen (Fuel Cell)  diluncurkan sebagai teknologi rendah emisi.

Untuk mewujudkan transisi industri sejalan dengan tren global diperlukan dukungan yang kuat dari pemerintah & swasta untuk mempertahankan daya saing global dan kelanjutan industri. Pemerintah diharapkan dapat memberikan regulasi yang tepat untuk memimpin pengembangan kendaraan efisien, sementara sektor swasta dapat merumuskan dan mewujudkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi kendaraan.

GIIAS 2017 telah berhasil meyakinkan sejumlah APM anggota GAIKINDO sekaligus peserta pameran untuk meluncurkan sejumlah kendaraan terbaru dan kendaraan-kendaraan konsep untuk pertama kalinya di dunia dan di Indonesia. Didukung  lebih dari 40 peluncuran kendaraan baru lainnya, kami optimis pameran ini akan menampilkan bagaimana cepatnya pertumbuhan dan perkembangan industri otomotif tanah air dengan tujuana sebagai produsen mobil terbesar di kawasan ASEAN. (E-002)***