Dilanda Krisis Produksi Air Bersih Merosot

186

BISNIS BANDUNG- PDAM ”Tirtawe­ning” Kota Bandung dilanda krisis air bersih. Semula, mampu mengolah air baku 2800 liter/detik , kini hanya dapat mengolah 100 liter/detik .
Kebutuhan air bersih untuk warga Kota Bandung, idealnya kurang lebih 6000 liter/detik . Produksi air baku yang diolah PDAM Tirtawening saat ini antara 2800-3000 liter/detik .

Namun akibat musim kemarau, hanya dapat mengolah 100 liter/detik dengan jumlah konsumen sebanyak 157.392 saluran.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Kota Bandung, H. Sonny Salimi, S.ST. MT mengemukakan, saat ini ketersediaan air baku mengalami penurunan akibat musim kemarau
“Sebab itu ketersediaan air minum saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan warga Kota Bandung ,” ungkap Sonny kepada BB, Selasa (22/08/17) di ruang kerjanya.

Diakui Sonny, berdasarkan hasil penelitian kebutuhan ideal untuk warga Kota Bandung kurang lebih 6000 liter/detik, namun saat ini air baku yang diproduksi oleh PDAM Tirtawening, baru sekitar 2800-3000 liter/detik . PDAM Tirtawening Kota Bandung mengambil sumber air yang berasal dari air permukaan, mata air dan air tanah.

Sangat terasa
”Yang sangat terasa menyusut dalam musim kemarau ini adalah sumber air yang berasal dari sungai ,” kata Sonny.

Menurutnya, musim kemarau adalah gejala alam. Untuk optimalisasi layanan kepada konsumen, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Indonesia Power, anak perusahaan PLN yang menggunakan air Situ Cipanunjang, karena limpahan air bakunya dimanfaatkan oleh PDAM Tirtawening dan Tirtarahaja. Pihak PDAM juga mengimbau masyarakat untuk berhemat air.

Kini lanjut Sonny, keluhan pelanggan mulai marak, namun setelah PDAM memberikan informasi dan penjelasan perihal kondisi air baku yang saat ini sedang surut akibat kemarau, pelanggan dapat memakluminya.

Penyusutan air baku merupakan masalah alam dan lingkungan yang tidak bisa dihindari. Tidak bisa diprediksi musim kemarau kapan akan berhenti. PDAM akan memaksimalkan air baku yang ada untuk melayani kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Tirtawening.

Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan, diungkapkan Sonny, pada tahun 2018 PDAM Tirtawening Kota Bandung akan membuat sistem penyediaan air minum di Bandung Selatan bervolume 350 liter/detik dengan biaya sebesar Rp 259.000.000.000. (E-018)***