Perajin Mebel Rancakalong Butuh Bapak Angkat

123

BISNIS BANDUNG – Rancakalong merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Wilayah ini terdiri atas 10 desa, yakni Desa Sukasirnarasa, Desa Pasirbiru, Desa Rancakalong, Desa Pamekaran, Desa Cibunar, Desa Nagarawangi, Desa Pangadegan, Desa Sukamaju, Desa Sukahayu, dan Desa Cibu­ngur.

Mayoritas masyarakat di Kec. Rancakalong bermata pencaharian sebagai petani. Tanah di wilayah Rancakalong bisa dikatakan sebagai tanah yang subur. Di antara, hasil pertanian unggulan di wilayah ini adalah ubi. Ubi yang populer dengan nama ubi Cilembu memang terkenal karena cita rasanya yang manis itu banyak ditanam petani Rancakalong. daerah ini memiliki kesuburan tanah yang cocok untuk tanaman ubi cilembu. Selain ubi, para petani Rancakalong juga menanam padi dan sayuran. Selain menanam padi sawah, juga menanam padi ladang (padi lahan kering/huma-red) yang satu hamparan dengan lahan kebun kopi dan cengkeh.

Sisi lain di wilayah Kecamatan Rancakalong, juga terdapat warga masyarakatnya yang dikenal sebagai pengusaha dan perajin mebel, yakni warga Desa Nagarawangi, Dusun Pasir Dogdog. Hampir semua warganya berprofesi sebagai pengusaha ataupun perajin mebel .Baik perajin mebel mentah (rangka/bakalan), maupun yang sudah siap pakai .

Warga di dusun ini secara turun temurun menekuni usaha mebel meneruskan usaha sepeninggal orangtuanya . Adapula yang merintis dari nol. Seperti Tasir (67),warga Dusun Pasir Dogdog yang memulai usaha membuat rangka mebel sejak tahun 2009 .

Tasir membuat rangka mebel dari bahan kayu albasiah yang dibelinya seharga Rp 800 – 900.000/mobil pickup kecil. Bahan tersebut diolah dan dipilih,agar bisa digunakan rangka mebel. “Bapa meuli bahan di wilayah Sumedang keneh,saayana duit we,kadang kadang 700.000 sampe 900.000, samobil bak leuntik. Eta oge kumaha bahanna,mun nu alusmah sajuta teh saeutik teu pinuh bak mobil teh,”tutur Tasir yang ditemui BB,Selasa (22/08/17) di tempat kerjanya.

Dalam sehari Tasir dan teman temanya bisa menghasilkan 30-50 set rangka mebel.Harga untuk satu set rangka mebel terdiri atas kursi meja dan aksesorisnya, harganya dia patok antara Rp 250 – 300.000 , tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya dalam membuatnya.
Pernah ketika mendapat orderan banyak , dalam satu hari Tasir harus memenuhi pesanan sekitar 100set.

Tasir menerangkan,memang untuk memproduksi rangka mebel seperti ini, dia sanggup membuat banyak dalam satu harinya.Namun tetap saja terbentur dengan modal awal untuk membeli bahannya. “Lamun modalna gede mah sanggup sahari saratus set oge,cuman nya eta tea teu aya modal,dina ayana oge saukur ngan saminggu saminggueun bapa mah,” ujarnya.

Selain Tasir,warga Dusun Pasir Dogdog yang mayoritas mata pencahariannya sebagai pengusaha dan perajin mebel ini,berharap ada Bapa Angkat untuk melancarkan dan menjalankan usaha permebelan ini. Terutama ketika ada pesanan banyak,mereka tidak bingung dengan modal dan siap bekerja menyelesaikan pesanan rangka mebel .

Pemasaran rangka dan mebel diakuinya sudah tersebar di banyak kota besar se Jawa Barat.Bahkan paling sering permintaan dari kota Bandung,Indramayu,Kuningan dan Cirebon.

Melihat pemasaran dan keuntungannya yang lumayan menguatkan warga masyarakat dusun Pasir Dogdog menjalankan usaha membuat rangka dan mebel mengakar dan turun temurun.

”Semoga ke depannya ada perhatian khusus dari pihak pemerintah setempat,me­ngenai kesulitan permodalan yang sering jadi permasalahan utama bagi para pengusaha dan perajin rangka dan mebel di sini.

Sebab usaha membuat rangka dan mebel ini akan menjadikan perbaikan ekonomi masyarakat sekitar dan mungkin juga bisa dijadikan acuan perekonomian baru bagi warga masyarakat,” ucap Tasir. (E010) ***