Undurdiri sebagai Anggota Polisi, Memilih Jadi Peternak Domba

847

Komisaris polisi (Purn) H. Setya Widodo setelah mengundurkan diri dari institusi kepolisian Resort Sumedang dengan jabatan terakhir Kabag Ops , kini disibukan dengan kegiatan baru yang sudah lama dirintisnya , sejak menjadi bagian dari anggota kepolisian.

Setelah Setya Widodo mengundurkan diri sebagai anggota polisi (pensiun dini) kini kegiatannya diisi dengan mengurus ternak, janis domba garut di daerah Tomo Kabupaten Sumedang.

Domba di lokasi peternakannya sudah mencapai 200 ekor. Dibantu dua orang pegawai, Pak Wid ( panggilan akrabnya) lebih serius dan terfokuskan dalam meĀ­ngurusi ternak peliharaannya sekarang.

“Ya Alhamdulillah, sekarang saya lebih bisa fokus mengurusi kerjaan saya yang baru, beternak domba garut. Bukan berarti saya tidak mencintai kerjaan yang dulu sebagai polisi. Saya mengundurkan diri dari kepolisian karena sadar usia saya sudah tidak muda lagi,” tuturnya kepada BB sambil bercanda .

Selama menjadi anggota polisi dirasakan Pak Wid, berbeda dengan ketika usianya masih muda yang penuh semangat setiap menerima tugas dari atasannya maupun menjalankan tugas kenegaraan.

Selama 32 tahun mengabdi sebagai abdi negara di Kota Sumedang, Pak Wid tidak pernah sedikit pun terbersit dibenaknya untuk jadi peternak domba garut. Sewaktu bertugas, dirinya sering keluar masuk kampung dan seringnya berinteraksi dengan warga . Dari situlah awal Pak Wid mulai tertarik dengan domba garut.

“Awalnya hanya punya dua ekor domba yang saya beli dari warga yang membutuhkan pertolongan. Ya intinya minjem uanglah, tapi dia kasih saya domba garut dua ekor ibaratnya sebagai jaminan.

Padahal saya gak mau ngurusnya, gak bisa apalagi sepasang, jantan dan betina,” tutur Setya Widodo menceritakan awal jadi peternak. Sejak itu Setya Widodo , banyak bertanya dan belajar kepada warga tentang cara mengurus dan mengembang-biakkan domba .

Setya Widodo juga merupakan sosok panutan warga di lingkungan tempat tinggalnya di kompleks Dano, RT 01/11, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara dan menjadi kebanggaan tersendiri.Betapa tidak, selain sebelumnya sebagai anggota polisi, Pak Wid pun dipercaya menjabat Ketua RW di daerah tempat tinggalnya.

Seperti dikatakan seorang tetangganya yang sekaligus teman dekat Pak Wid,Mayor Inf. (Purn) Sukatmo, dirinya dan beberapa tokoh masyarakat mengapresiasi tentang apa yang dilakukan oleh Pak Wid.

Selain mempunyai keramahan,berjiwa sosial,disiplin dan tegas juga menjadikanya sebagai contoh buat warga masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.Bahkan kabar merebak, Pak Wid didorong warga agar mencalonkan diri sebagai Bupati Sumedang.

“Menurut kabar yang sudah beredar, Pa Widodo didorong sebagian masyarakat Sumedang. Nah saya dan para tokoh masyarakat yang ada di lingkungan sini ikut mendukung. Saya apresiasi dengan apa yang dikehendaki oleh sebagian masyarakat yang mengatasnamakan Sambalado (Saya Mah Widodo) yang mendukung pencalonan Bupati Sumedang,” ujar Sukatmo.

Namun ketika disinggung tentang pencalonan dirinya untuk maju di Pilbup Sumedang, Pak Wid hanya tersenyum,dan belum mau terbuka akan kebenaran kabar tersebut.

“Kita lihat saja,toh sekarang saya juga masih sibuk mengurusi ternak domba lagian tidak mudah menjadi bupati saingannya banyak yang diusung partai besar,” jawab Pak Wid.

Dikemukakannya,saat ini dirinya sedang menikmati kesibukannya yang baru,apalagi sekarang musim kurban. Dirinya dan pegawainya harus lebih memperhatikan kesehatan domba di peternakan,karena memang sebagian dombanya diperjual- belikan apalagi untuk kebutuhan hewan kurban .

“Saya sedang menikmati kesibukan dulu,siapa tahu banyak domba yang terjual untuk dipotong,” tambah Setya Widodo ,Selasa (22/082017) di peternakannya di daerah Tomo . (E010)***