Kemperin & Pameran Produk UKM

106

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemperin) gencar meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional agar terus menghasilkan produk-produk yang memiliki keunggulan komparatif baik secara lokal maupun global.

Agar terus meningkatkan mutu dan pemasaran para pelaku IKM, Kemperin kembali menghelat Pameran Produk Unggulan Indonesia yang diselenggarakan pada 14-16 Agustus 2017 di Plasa Kemenperin.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan, agar dapat memacu kapasitas produksi, Kemperin melakukan restrukturisasi serta pemberian mesin dan peralatan kepada para pelaku usaha. Selain itu, Kemperin juga mendorong agar industri dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan untuk memperkuat struktur modal.

“Yang tidak kalah penting adalah akses pasar, kami telah memiliki program e-smart IKM serta memfasilitasi program promosi dan pameran,” sebut Airlangga pada pembukaan Pameran Produk Unggulan Indonesia di Jakarta, Senin (14/08).

Keunggulan Indonesia yang telah dicapai antara lain sebagai eksportir pakaian terbesar ke-14 di dunia dan ke-3 di ASEAN dengan nilai ekspor mencapai US$ 7,1 miliar pada 2016. Se­dangkan untuk produk alas kaki, Indonesia berada pada peringkat ke-6 di dunia dengan market share 3,6% dan nilai ekspor mencapai US$ 4,5 miliar tahun 2016.

“Perhiasan juga menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia denggan mampu memberikan kontribusi senilai US$ 4,1 miliar terhadap devisa negara. Bahkan, nilai ekspor untuk produk kerajinan mencapai US$ 173 juta,” papar Airlangga.

Penggerak Ekonomi Nasional
Kementerian Perindustrian (Kemperin) mencatat saat ini unit usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) mencapai 4,4 juta unit usaha dengan total tenaga kerja mencapai 10,1 juta orang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada sambutan pembukaan Pameran Produk Unggulan Indonesia pada Senin (14/08), mengatakan, pro­ses produk secara handmade dan penggunaan bahan baku dari alam merupakan salah satu wujud pelestarian budaya oleh IKM.
“IKM berperan sebagai penggerak perekonomian regional dan nasional yang lebih tahan terhadap guncangan perekonomian global,” jelas Airlangga.

Agar dapat memberikan wadah promosi produk unggulan yang telah mengangkat budaya Indonesia, Kemenperin gelar Pameran Produk Unggulan Indonesia dengan Tema “Exploration of The Indonesian Culture”. Pameran ini merupakan kerja sama antara Kemperin dengan Yayasan Perempuan untuk Negeri (PUN), Kementerian Luar Negeri, dan Bhayangkari.

Ketua Yayasan Perempuan untuk Negeri (PUN) Yantie Isfandiary menyampaikan, kebudayaan telah menjadi inspirasi bagi industri dalam negeri untuk menciptakan berbagai produk berbasis kearifan lokal. Sehingga produk-produk tersebut bernilai ekonomi tinggi sekaligus menunjukkan identitas bangsa. “Produk industri berbasis data dan kearifan lokal antara lain batik, tenun tradisional, kerajinan, anyaman, kulit, serta perhiasan yang memanfaatkan bahan baku dari alam Indonesia,” ungkap Yantie.

Pameran produk unggulan ini diikuti 49 peserta yang terdiri atas pelaku IKM fesyen, kerajinan, perhiasan, produk kulit, kosmetik, kopi, dan produk olahan lainnya. Adapun rangkaian acara meliputi pameran, fashion show, pergelaran tarian daerah, demo membatik, dan demo menenun. (C-003/bbs)***