Menyulam Untung Rp 1,13 Triliun dari Saham

717

MESKI sosoknya hingga kini masih menjadi misteri, tak menghambat Setiawan Ichlas untuk kembali beraksi. Investor yang beralamat di Jl. R.H.A. Rozak Komp. Villa Evergreen F-16 No.12 itu kembali memborong saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) di pasar negosiasi.

Seperti diumumkan lewat situs Bursa Efek Indonesia pada Jumat (11/8), Direktur PADI Martha Susanti menyebutkan bahwa Setiawan membeli saham PADI sebanyak 250 juta saham harga Rp 350 per saham. Lewat transaksi yang terjadi 7 Agustus itu, Setiawan setidaknya merogoh dana sebanyak Rp 87,5 miliar. Alhasil, saham PADI milik Setiawan meningkat menjadi 13,27%, dari sebelumnya 11,05%. Asal tahu saja, transaksi itu terjadi, pada saat saham PADI masih disuspensi oleh otoritas bursa efek di pasar reguler dan tunai.

Sebelumnya, Setiawan membeli 1,25 miliar saham atau setara 11,05% dari total saham yang dicatatkan PADI. Dia sebelumnya sama sekali tidak memiliki saham PADI. Transaksi pada tanggal 4 Agustus itu terjadi pada harga Rp 350 per saham, yang artinya Setiawan harus menggelontorkan duit Rp 437,50 miliar.

Lantas, berapa besar keuntungan Setiawan dari transaksi ini? Mengacu pada harga penutupan Jumat (11/8) harga saham PADI turun ke level Rp 1.100, setelah sempat membukukan rekor pada Rabu pekan lalu (9/11) di level Rp 1.430 per saham.

Taruh kata Setiawan menjual seluruh atau 13,27% saham PADI pada harga penutupan Jumat, maka duit segar yang diterimanya berjumlah Rp 1,65 triliun. Bandingkan dengan total harga perolehannya yang hanya Rp 525 miliar. Artinya, estimasi keuntungan yang diperoleh Setiawan berkisar Rp 1,13 triliun, dengan hanya mendekap saham PADI dalam tempo sepekan. (C-003/bbs)***