Belasan Minimarket Kantongi Ijin Kedaluarsa

154

Tim gabungan Satpol PP dan petugas dinas perijinan satu atap merazia seratus 45 minimarket di kabupaten Cianjur, siang tadi. pPetugas menemukan belasan minimarket yang tidak melengkapi izin, ataupun mengantongi ijin yang sudah kadaluarsa. Petugas pun memasangi stiker pengawasan, hingga pemilik minimarket melengkapi perijinan sesuai aturan yang berlaku.

Guna penataan pasar tradisional, toko, dan swalayan di kabupaten Cianjur. Tim Gabungan Polisi Pamong Praja dan petugas Dinas Perijinan satu atap, merazia kelengkapan ijin usaha perdagangan dan peruntukan IMB. Dalam razia ini, petugas menemukan belasan minimarket yang tidak melengkapi ijin usaha. Umumnya, belasan minimarket tersebut tidak memperpanjang kelengkapan ijin usaha perdagangan. Mulai dari siup, situ, tanda daftar perusahaan, dan peruntukan ijin mendirikan bangunan.

Saat dirazia, pihak minimarket tidak bisa menunjukkan kelengkapan perijinan, sehingga tim gabungan memasang stiker segel pengawasan di pintu masuk minimarket. Jika dalam batas waktu yang telah ditentukan aturan tersebut tidak dipenuhi, tim gabungan akan menyegel dan menutup minimarket tersebut.

Razia ini dilakukan, guna menata pasar tradisional, toko, dan swalayan. Selain itu, terkait perda yang baru, yaitu ijin usaha perdagangan toko modern dan minimarket menjadi toko swalayan. Pihak pengelola toko harus migrasi, atau mengubah ijin usaha perdagangan.

Menurut petugas perijinan, hingga saat ini terdapat 145 toko dan swalayan yang sudah terdaftar dan mengantongi ijin usaha di Cianjur. Tapi, pihaknya kembali mengawasi, untuk memastikan toko swalayan yang sudah mengantongi ijin. Dari hasil pengawasan, banyak toko swalayan yang mengantongi ijin kedaluarsa. Selain itu, banyak surat ijin imb yang salah peruntukan, sehingga pihaknya memanggil pihak pengelola untuk memperbaiki ijin usaha perdagangan dan peruntukan mendirikan bangunan. Minimarket yang melanggar., diberi stiker pengawasan sampai tiga hari.

Heri Setiawan, BandungTV.